PALU — Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmen peningkatan pelayanan jemaah pada momentum satu tahun terbentuknya Kementerian Haji dan Umrah. Peringatan Hari Khidmat Haji dan Umrah pertama tersebut digelar melalui upacara di halaman Kantor Kemenhaj Sulteng, kompleks Asrama Haji Transit Palu, Kamis (10/9/2026).
Upacara itu diikuti pejabat dan ASN di lingkungan Kanwil Kemenhaj Sulteng, Kantor Kemenhaj Kota Palu, serta Kantor Kemenhaj Kabupaten Sigi dan Donggala.
Amanah Melayani Jemaah Tidak Berubah
Kakanwil Kemenhaj Sulteng, H. Muchlis, menyebut pembentukan Kementerian Haji dan Umrah menjadi amanah untuk menghadirkan penyelenggaraan haji dan umrah yang semakin profesional, transparan, akuntabel, dan terintegrasi.
Menurut Muchlis, pembentukan kementerian baru tidak mengubah substansi utama pelayanan kepada jemaah. Amanah untuk memberikan pelayanan terbaik tetap menjadi tanggung jawab yang harus dijalankan secara berkelanjutan.
"Karena itu, lahirnya kementerian ini bukan akhir dari perjuangan. Justru inilah awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Kementerian boleh baru, tetapi amanah melayani jemaah bukanlah amanah yang baru," tegas Muchlis.
Khidmat Dimaknai sebagai Pelayanan dengan Ketulusan
Muchlis menjelaskan istilah khidmat dimaknai sebagai pelayanan yang dilakukan dengan ketulusan, integritas, kesabaran, dan tanggung jawab. Ia menekankan jemaah yang dilayani bukan sekadar masyarakat yang membutuhkan pelayanan administrasi.
Mereka adalah masyarakat yang telah menunggu untuk memenuhi panggilan ibadah ke Tanah Suci.
"Setiap jemaah harus kita layani dengan hati," tegasnya.
Jajaran Kanwil hingga Kabupaten Ikut Peringatan Pertama
Peringatan Hari Khidmat Haji dan Umrah ke-1 tersebut diikuti pejabat dan ASN di lingkungan Kanwil Kemenhaj Sulteng, Kantor Kemenhaj Kota Palu, serta Kantor Kemenhaj Kabupaten Sigi dan Donggala.
Kegiatan ini menjadi penanda satu tahun perjalanan Kementerian Haji dan Umrah di Sulawesi Tengah sejak resmi terbentuk.