SULAWESI TENGAH — PT Changan International Distribusi Indonesia (CIDI) mengkonfirmasi strategi baru mereka pekan lalu. Dari rencana awal yang terbilang konservatif, yakni hanya memasarkan lima model kendaraan elektrifikasi, kini target tersebut melonjak tiga kali lipat menjadi 15 model. Belum disebutkan secara detail model apa saja yang akan diboyong, namun portofolio ini dipastikan akan mencakup kendaraan listrik murni (BEV) dan hybrid (PHEV/HEV).
Dari Lima Langsung ke 15 Model: Strategi Agresif Changan
Perubahan target ini bukan sekadar angka. Ini menunjukkan pergeseran strategi yang cukup drastis. Awalnya, Changan disebut akan mengawali langkahnya dengan model-model andalan seperti Deepal dan Nevo. Kini, dengan target 15 model, Changan tampaknya ingin langsung menjadi pemain utama, bukan sekadar pendatang baru yang coba-coba.
"Kami melihat potensi pasar elektrifikasi di Indonesia sangat besar. Regulasi pemerintah yang mendukung dan infrastruktur yang terus berkembang menjadi alasan kami untuk mempercepat laju," ujar perwakilan CIDI dalam sebuah pernyataan resmi, Jumat (14/6).
Portofolio Lengkap: Dari Hatchback hingga SUV Listrik
Meski belum ada daftar pasti, spekulasi mengarah pada model-model yang sudah sukses di China. Changan memiliki jajaran produk elektrifikasi yang lengkap, mulai dari Lumin (city car mungil), Eado EV (sedan), hingga Seri UNI-V iDD (fastback hybrid) dan SUV besar seperti UNI-K iDD. Model premium di bawah sub-merek Deepal, seperti Deepal S7 dan SL03, juga disebut-sebut bakal masuk.
Kehadiran 15 model sekaligus akan menciptakan persaingan langsung dengan merek-merek yang sudah lebih dulu mapan. Changan akan bertarung melawan BYD, Wuling, Hyundai, dan MG di segmen BEV, serta melawan Toyota dan Honda di segmen hybrid.
Harga dan Ketersediaan: Kunci Sukses Changan
Pertanyaan terbesar yang belum terjawab adalah soal harga. Changan dikenal agresif dalam hal penetapan harga di China. Jika mereka bisa membawa strategi yang sama ke Indonesia—menawarkan mobil listrik dengan fitur lengkap di harga yang kompetitif—maka target 15 model bukanlah hal yang mustahil.
Changan berencana memulai operasi penjualan di Indonesia pada paruh kedua 2025. Jaringan dealer dan pusat perakitan lokal (CKD) menjadi syarat mutlak untuk mencapai target volume penjualan yang tinggi. CIDI menyebut sedang dalam proses finalisasi kemitraan dengan beberapa mitra lokal untuk memenuhi regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Langkah Changan ini pasti akan memanaskan suhu persaingan pasar otomotif Tanah Air. Konsumen Indonesia kini punya lebih banyak pilihan di segmen kendaraan listrik dan hybrid, dengan persaingan yang diharapkan akan menekan harga jual ke level yang lebih terjangkau.