Pencarian

Puing Roket Zhuque 2E China Jatuh di Kebun Sawit Kalteng, BRIN Buka Suara

Selasa, 20 Oktober 2026 • 16:05:02 WIB
Puing Roket Zhuque 2E China Jatuh di Kebun Sawit Kalteng, BRIN Buka Suara
Serpihan logam yang diduga bagian roket Zhuque 2E ditemukan di perkebunan sawit Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

SULAWESI TENGAH — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengidentifikasi serpihan logam yang jatuh di perkebunan sawit Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, sebagai bagian dari roket Zhuque 2E milik China. Roket itu diluncurkan dari Dongfeng, China barat laut, pada 14 Oktober 2026 dan sukses menempatkan 10 satelit ke orbit. Insiden ini mencuatkan persoalan sampah antariksa yang melintasi wilayah Indonesia.

Puing berdiameter tak kecil itu pertama kali dilaporkan pekerja kebun PT Agro Bukit, KM26, pada Senin (19/10). Sejumlah warga sempat mendengar dentuman pada Minggu (18/10) sore, sekitar pukul 17.36 WIB, sebelum serpihan ditemukan di sedikitnya dua titik perkebunan.

Person in Charge (PIC) Civil Aviation Publication Team (CAPT) Bandara H Asan Sampit, Zachrudien, menyebut identifikasi mengacu pada informasi BRIN. Pihak bandara berkoordinasi dengan BRIN dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebelum menyimpulkan asal benda tersebut.

Dari Mana Asal Roket Zhuque 2E

Zhuque 2E merupakan roket pembawa satelit yang lepas landas dari zona percontohan inovasi antariksa komersial Dongfeng, wilayah barat laut China, pada Rabu (14/10). Roket mengangkut 10 satelit dan menempatkannya di orbit yang ditentukan.

Misi uji terbang itu dinyatakan berhasil sepenuhnya. Delapan dari 10 satelit merupakan bagian kelompok 02 proyek "star compute" milik Adaspace Technology Co., Ltd. (ADAspace), dirancang beroperasi pada orbit fajar-senjata.

Misi Komputasi AI di Antariksa

Satelit kelompok 02 membawa perangkat komputasi berkinerja tinggi, komunikasi laser berkecepatan tinggi antarsatelit maupun satelit-Bumi, serta kamera untuk kondisi minim cahaya. Pengujiannya mencakup sistem sirkulasi cairan pendingin pada daya 10.000 watt dan panel pendingin radiasi berukuran besar yang dapat dibentangkan.

ADAspace juga menguji pelatihan model fondasi AI di orbit. Proyek "star compute" ditargetkan membangun infrastruktur AI antariksa berisi 2.800 satelit komputasi. Kelompok pertama diluncurkan Mei 2025, kelompok ketiga dijadwalkan mengorbit pada 2026.

Kode di Serpihan Jadi Petunjuk

Salah satu kunci identifikasi adalah kode "2ZQE31-20-15 240256KY" yang tertera pada serpihan. KNKT mencermati kode itu karena mirip dengan nama Zhuque 2E, lalu berkoordinasi dengan Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA) BRIN.

Puing yang ditemukan pada Senin telah dipindahkan. "Saat ini sudah dievakuasi ke Lanud Iskandar Pangkalan Bun untuk identifikasi lebih lanjut lagi dan demi keamanan," ujar Zachrudien.

Temuan Kedua Berbentuk Kubah

Pada Selasa (20/10), benda logam lain berbentuk menyerupai kubah ditemukan di kawasan perkebunan yang sama. Kabel dan komponen masih menempel pada benda itu, dan lokasi penemuannya telah dipasangi garis polisi.

Belum ada keterangan resmi soal apakah temuan kedua merupakan bagian dari roket yang sama. Pemeriksaan lanjutan di Lanud Iskandar akan menentukan klasifikasi dan penanganan puing tersebut.

Implikasi bagi Indonesia

Jatuhnya puing roket asing di wilayah Indonesia menambah catatan soal risiko sampah antariksa yang melintasi garis khatulistiwa. Posisi geografis Indonesia berada di bawah jalur peluncuran dan lintasan orbit banyak negara, sehingga potensi serpihan jatuh bukan hal baru.

Koordinasi BRIN, KNKT, dan otoritas penerbangan menjadi jalur utama penanganan. Hasil identifikasi ini jadi rujukan awal sebelum ada klaim resmi atau komunikasi diplomatik dengan pihak China.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks