Pencarian

China Operasikan 1.625 Km Jalur Kereta Baru, Investasi Tembus Rp 1.593 Triliun

Kamis, 22 Oktober 2026 • 08:35:31 WIB
China Operasikan 1.625 Km Jalur Kereta Baru, Investasi Tembus Rp 1.593 Triliun
China State Railway Group mencatat 1.625 kilometer jalur kereta api baru beroperasi hingga kuartal III-2026 dengan investasi sekitar Rp 1.593 triliun.

SULAWESI TENGAH — China State Railway Group mencatat 1.625 kilometer jalur kereta api baru sudah beroperasi hingga kuartal III-2026, dengan total investasi sektor kereta mencapai 601,2 miliar yuan atau sekitar Rp 1.593 triliun. Belanja modal itu naik 1,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Penambahan jalur ini memperkuat posisi China sebagai pemilik jaringan kereta cepat terbesar di dunia.

Perusahaan kereta api pelat merah China itu menegaskan ekspansi jalur tetap berjalan meski skala investasi hanya tumbuh tipis. Manajemen China Railway menyebut pembukaan ruas-ruas baru dan belanja yang berkelanjutan membuat efisiensi jaringan secara keseluruhan terus membaik. Perusahaan juga menilai penambahan kapasitas itu memberi dorongan baru bagi pembangunan ekonomi dan sosial di wilayah yang dilalui.

Rekor Penumpang di Kuartal III

Permintaan jasa angkutan rel melonjak. China Railway mencatat perjalanan penumpang pada kuartal III-2026 mencapai 3,71 miliar, rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Angka itu naik 4,8 persen dibandingkan kuartal III tahun sebelumnya.

Lonjakan penumpang itu menjadi sinyal bahwa investasi jalur baru langsung terpakai. Setiap ruas yang dibuka menambah pilihan rute dan memangkas waktu tempuh antarkota, sehingga masyarakat berpindah dari moda lain ke kereta.

Empat Ruas Dibuka 28 September

Pada 28 September, China mengoperasikan empat ruas kereta cepat sekaligus. Ruas pertama menghubungkan Xiongan di Provinsi Hebei dengan Shangqiu di Provinsi Henan. Ruas kedua menyambung Xi'an dengan Ankang di Provinsi Shaanxi.

Dua ruas lainnya menghubungkan Yichang dengan Xingshan di Provinsi Hubei, serta Harbin dengan Yichun di Provinsi Heilongjiang. Keempatnya tersebar dari wilayah tengah, barat laut, hingga timur laut China.

"Proyek-proyek ini telah mengoptimalkan jaringan kereta api regional, meningkatkan efisiensi transportasi secara keseluruhan dan membuat perjalanan lebih nyaman bagi masyarakat di sepanjang rute," ucap China Railway.

Basis Jaringan 165.000 Km

Hingga akhir 2025, total jalur kereta yang beroperasi di China mencapai 165.000 km. Lebih dari 50.000 km di antaranya merupakan jalur kereta cepat.

China Railway memproyeksikan jaringan kereta cepat negara itu menembus 70.000 km pada 2035. Rancangan itu mengandalkan delapan jalur vertikal utara-selatan dan delapan jalur horizontal timur-barat.

Setelah rampung, jaringan tersebut akan menyambungkan kota-kota besar dengan zona ekonomi utama. Bagi pelaku usaha, konektivitas semacam ini memangkas biaya logistik dan mempercepat perputaran barang antarpusat produksi.

Bagi penumpang, dampaknya lebih langsung: pilihan rute bertambah dan waktu tempuh memendek. Bagi investor, belanja modal yang tetap tumbuh menunjukkan permintaan perjalanan kereta di China belum surut, meski pertumbuhannya kini lebih moderat dibanding fase ekspansi besar-besaran sebelumnya.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks