Pencarian

Survei Incogni: 45% Warga AS Tak Khawatir Privasi Online, tapi Tak Mau Serahkan Ponsel

Jumat, 16 Oktober 2026 • 21:04:31 WIB
Survei Incogni: 45% Warga AS Tak Khawatir Privasi Online, tapi Tak Mau Serahkan Ponsel
Survei Incogni terhadap 1.517 orang dewasa Amerika Serikat menemukan 45% responden mengaku tidak khawatir soal privasi online.

SULAWESI TENGAH — Layanan penghapusan data Incogni merilis survei terhadap 1.517 orang dewasa Amerika Serikat yang menemukan 45% responden mengaku tidak khawatir soal privasi online mereka. Temuan itu kontras dengan perilaku responden yang justru sangat protektif terhadap perangkat dan data pribadinya. Survei ini menyoroti kesenjangan antara apa yang orang katakan dan apa yang sebenarnya mereka lakukan soal privasi digital.

Survei Incogni mengungkap paradoks perilaku pengguna internet di Amerika Serikat. Dari 1.517 orang dewasa yang disurvei, hampir separuhnya menyatakan tidak mempermasalahkan privasi online. Namun saat ditanya soal tindakan nyata, mayoritas justru menunjukkan sikap sebaliknya.

Perilaku yang Bertolak Belakang dengan Klaim

Di antara responden yang mengaku "tidak punya apa-apa untuk disembunyikan", sebanyak 58% menolak menyerahkan ponsel mereka yang tidak terkunci kepada orang asing, berapa pun uang yang ditawarkan. Sebanyak 39% mengaku menutup kamera di ponsel atau laptop mereka. Hampir separuh responden juga tidak mau menyerahkan isi pesan teks mereka kepada pemerintah atau perusahaan teknologi besar, bahkan jika ditukar dengan penghasilan tiga bulan.

Temuan ini menunjukkan bahwa orang Amerika sebenarnya peduli pada privasi mereka, tetapi kesadaran itu tidak selalu tercermin dalam pernyataan verbal.

Mengapa Privasi Terasa Abstrak Sampai Menjadi Nyata

Ron Zayas, pendiri sekaligus CEO Ironwall by Incogni, menjelaskan bahwa privasi sering dianggap remeh selama tidak berdampak langsung. "Kami menganggap privasi sebagai hal yang wajar, sampai itu berarti seseorang akan membaca pesan kami, menagih kami lebih mahal, menempatkan kami dalam bahaya, atau mengungkap detail intim tentang kami," ujarnya. "Tapi kenyataannya, semua itu adalah privasi."

Zayas menilai perusahaan teknologi sengaja memanfaatkan jarak antara kesadaran dan tindakan ini. Jika kebijakan privasi ditulis secara jujur, misalnya dengan kalimat "unduh aplikasi ini dan kami akan memeriksa kontak Anda, menyedot foto Anda, menganalisis kebiasaan Anda, dan membagikan detail itu kepada siapa pun yang mau membayar kami", sebagian besar pengguna akan berpikir dua kali. Sebaliknya, perusahaan membuka dengan frasa "kami menghargai privasi Anda" lalu mengubur sisanya dalam bahasa hukum yang rumit.

Data yang Terlanjur Tersebar dan Sulit Dilacak

Survei Incogni juga menemukan 65% responden tidak tahu berapa banyak situs web tempat mereka terdaftar. Selama lebih dari satu dekade terakhir, pengguna internet membuat akun untuk berbagai layanan yang mungkin hanya dipakai sekali lalu dilupakan. Setiap akun itu masih menyimpan sebagian data pribadi penggunanya.

Masalahnya, data yang tidak diingat keberadaannya sulit dilindungi. Pengguna tidak bisa mengamankan informasi yang bahkan tidak mereka sadari telah diberikan.

Langkah Praktis dari Incogni untuk Pengguna Apple

Zayas merekomendasikan sejumlah langkah sederhana bagi pengguna iPhone dan Mac yang ingin mengurangi jejak data mereka tanpa harus sepenuhnya menghilang dari internet. Menurutnya, Apple memiliki protokol keamanan yang lebih baik dibandingkan Google dan lebih mudah diakses.

Ia menyarankan pengguna mematikan sebanyak mungkin fitur personalisasi iklan, berbagi lokasi, dan berbagi kontak. "Hanya butuh beberapa saat," katanya. Zayas juga menyarankan agar pengguna memperlakukan nomor telepon seperti nomor kartu kredit, karena memberikan akses kontak kepada sebuah aplikasi juga berarti memberikan akses ke nomor pengguna sendiri.

Konteks Regulasi dan Langkah Selanjutnya

Zayas menilai anggapan bahwa seseorang harus "mengungsi ke bunker di Montana" untuk mendapatkan privasi adalah kekeliruan yang sengaja disebarkan perusahaan agar pengguna merasa tidak berdaya. Ia menegaskan langkah-langkah kecil tetap berarti.

Bagi warga California, undang-undang CCPA dan Delete Act memungkinkan mereka memaksa sejumlah besar data mereka ditarik dari pasar secara gratis. Bagi pengguna di wilayah lain, meluangkan beberapa menit untuk membersihkan pengaturan di menu Privacy & Security bisa memberikan dampak signifikan.

Survei Incogni menyimpulkan bahwa sebagian besar orang sebenarnya sudah bertindak seolah privasi mereka penting. Artinya, tidak ada alasan untuk terus mengatakan sebaliknya.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: 9to5mac.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks