PALU — Prosesi serah terima pataka menjadi bagian rangkaian pergantian kepemimpinan di lingkungan Polda Sulawesi Tengah. Pataka Wira Dharma Brata diserahkan dari pejabat lama kepada pejabat baru sebagai simbol kesinambungan pengabdian Polri menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sebelum mengikuti prosesi tersebut, Irjen Pol Rizal Irawan bersama istri, Ny. Dini Rizal, menerima penyambutan bernuansa adat Kaili. Keduanya dipakaikan Siga dan Sampolu, atribut khas masyarakat Kaili, oleh Duta Wisata Sulawesi Tengah.
Penyambutan Adat Kaili dan Tari Mokambu
Kedatangan Kapolda Sulteng yang baru disambut dengan Tari Mokambu. Tarian itu mencerminkan penghormatan serta kearifan lokal masyarakat Sulawesi Tengah dalam menyambut tamu kehormatan.
Nuansa adat yang mewarnai penyambutan menjadi wujud penghormatan terhadap budaya lokal. Semangat Polri untuk mempererat hubungan dengan masyarakat dan menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal turut tercermin dalam prosesi itu.
Makna Serah Terima Pataka Menurut Kabidhumas Polda Sulteng
Kabidhumas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Achmad Muhaimin, menyampaikan bahwa serah terima pataka memiliki makna yang lebih mendalam daripada sekadar prosesi seremonial.
Prosesi itu merepresentasikan peralihan tugas, wewenang, dan tanggung jawab dari pejabat lama kepada pejabat baru. Kesinambungan pengabdian Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi pesan utama dalam rangkaian acara tersebut.
Irjen Pol Rizal Irawan kini memimpin Polda Sulawesi Tengah, menggantikan Irjen Pol Nasri yang sebelumnya menjabat Kapolda Sulteng.