Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menyalurkan 20 ribu liter air bersih ke warga di Kecamatan Bolano dan Mepanga yang terdampak kekeringan akibat fenomena El Nino. Distribusi dilakukan melalui posko satuan tugas siaga darurat karhutla dan kekeringan di dua wilayah itu. Data Pusdalops BPBD setempat mencatat 4.691 hektare lahan mengalami kekeringan dan 1.687 kepala keluarga terdampak.
PARIGI MOUTONG — Plt Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai menyebut dua desa di Kecamatan Bolano dan Mepanga membutuhkan suplai air bersih karena kemarau panjang. Posko satgas siaga darurat di Bolano menyalurkan 18 ribu liter ke Desa Tirta Nagaya, sementara posko di Mepanga mengirim 12 ribu liter ke Dusun 1, Dusun 6, Dusun 7, dan Dusun 9 Desa Kayu Agung.
Kebutuhan air bersih warga dipenuhi menggunakan mobil tanki suplai. Selain air, BPBD juga menyiapkan tandon di wilayah terdampak untuk menampung persediaan air bersih.
Lahan Kebun Warga Ikut Mengering
Kekeringan tidak hanya menyulitkan akses air rumah tangga. Di Desa Tirta Nagaya, luas lahan kebun terdampak mencapai sekitar 44,8 hektare. Sementara di Desa Kayu Agung, sekitar 12 hektare lahan kebun ikut mengering.
Data Pusdalops BPBD Parigi Moutong hingga 22 September 2026 mencatat sekitar 4.691 hektare lahan mengalami kekeringan. Seluas 234,96 hektare hutan dan lahan juga terdampak kebakaran, dengan jumlah warga terdampak mencapai 1.687 kepala keluarga.
Karhutla Jadi Ancaman Berdampingan
Selain kemarau, pemerintah daerah mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan karena Parigi Moutong dinilai rawan. Posko siaga darurat disiapkan untuk menangani dua jenis bencana sekaligus: kekeringan dan karhutla.
"Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat, maka kami membantu memenuhi kebutuhan itu menggunakan mobil tanki suplai air bersih," kata Rivai.
Ia menambahkan, pendataan karhutla dan kekeringan diperbarui berkala. Tujuannya mempermudah intervensi bantuan, terutama bagi warga yang terdampak kekeringan.
Warga Diminta Waspadai Kemarau Berlanjut
Fenomena kekeringan di Parigi Moutong masih berlangsung. BPBD meminta warga di wilayah rawan tetap menghemat air dan melaporkan titik api yang muncul di lahan kebun maupun hutan.
Distribusi air bersih lewat mobil tanki akan dilanjutkan selama kemarau belum berakhir. Posko satgas di Bolano dan Mepanga menjadi titik koordinasi bantuan bagi desa-desa yang membutuhkan suplai tambahan.