SULAWESI TENGAH — Bertanding di hadapan pendukung sendiri, Alwi mengakui atmosfer Istora memberikan energi ekstra. Ia mengaku rindu berlaga di venue bersejarah tersebut setelah menjalani tur Asia Tenggara yang melelahkan. Pekan lalu, ia mencapai semifinal Singapore Open 2026 dan mengalahkan beberapa pemain unggulan.
Fisik dan Mental Diuji Tur Asia Tenggara
"Alhamdulillah, selalu senang, bangga, excited, seru bisa bermain kembali di Istora," ujar Alwi melalui siaran pers Humas PP PBSI. Ia menambahkan, rangkaian turnamen beruntun dalam beberapa pekan terakhir cukup menguras kondisi fisik dan mentalnya.
Menurut Alwi, kelelahan menjadi hal yang sulit dihindari menjelang akhir tur Asia Tenggara. "Tapi saya tadi mencoba mem-push diri saya agar keinginan menangnya lebih besar. Jadi Alhamdulillah saya bisa menjalankan apa yang diinstruksikan oleh pelatih," jelas pemain kelahiran Sukoharjo, Jawa Tengah ini.
Afirmasi Positif Bareng Pelatih Indra Wijaya
Sepanjang pertandingan melawan Sen, Alwi beberapa kali terlihat berbincang intens dengan sang pelatih, Indra Wijaya. Ternyata, keduanya saling memberikan afirmasi positif yang menjadi suntikan semangat. "Pastinya saya harus sadar betul bahwa saya lebih kuat, lebih siap dan saya ingin memenangkan pertandingan," pungkas Alwi.
"Saya menekankan kepada ko Indra, saya lebih kuat ko. Mungkin secara sadar juga membuat saya semakin kuat," tambahnya.
Jojo Jadi Lawan Potensial di Babak 16 Besar
Perebutan tiket perempat final antara Alwi dan Jonatan Christie dijadwalkan berlangsung pada Kamis (4/6). Menanggapi peluang tersebut, Alwi berharap dapat tampil maksimal. Ia menegaskan ingin meraih kemenangan, tetapi juga berharap siapa pun yang lolos dapat melangkah jauh dan meraih gelar juara.
"Karena saya lihat penyelenggaran turnamen, persiapan pelatih, tim pendukung semua. Harus patut diapresiasi oleh atletnya sendiri. Jadi, apresiasi yang bisa saya lakukan adalah mencapai prestasi yang paling tinggi," tutup Alwi.