PALU — Riak baru di sektor ekonomi kreatif Sulawesi Tengah muncul di awal Juni 2026. Pengurus Pusat Persatuan Akurasi Bilah dan Kapak Indonesia (PABKI) memutuskan membuka kantor perwakilan di provinsi ini, menandai pengakuan terhadap potensi besar kerajinan logam tradisional dari daerah tersebut.
Mengapa Sulawesi Tengah Jadi Pilihan PABKI?
Keputusan ini tidak lepas dari tradisi panjang masyarakat Sulteng dalam pembuatan bilah dan kapak. Wilayah seperti Kabupaten Poso dan Donggala dikenal memiliki perajin yang mewarisi teknik tempa turun-temurun, namun selama ini belum terstandardisasi.
PABKI menilai potensi itu perlu diorganisir agar produk lokal tidak hanya dikenal sebagai cendera mata, tetapi juga memenuhi standar fungsi dan ketahanan untuk pasar yang lebih luas. Kantor perwakilan ini akan menjadi pusat koordinasi pembinaan dan sertifikasi.
Dampak Langsung bagi Perajin di Kampung
Kehadiran PABKI diharapkan memutus rantai ketergantungan perajin pada tengkulak. Selama ini, banyak perajin di pedesaan menjual produk mentah dengan harga murah karena tidak memiliki akses ke pasar yang menghargai kualitas.
“Dengan standarisasi, bilah dan kapak buatan Sulteng bisa dihargai lebih layak,” ujar salah satu pengurus daerah setempat. Program pendampingan teknis juga akan menyasar peningkatan nilai tambah produk, mulai dari desain hingga finishing.
Fakta Singkat: Potensi Bilah dan Kapak Sulteng
- Pusat kerajinan tersebar di Kabupaten Poso, Donggala, dan beberapa kecamatan di Kota Palu.
- Sebagian besar perajin masih menggunakan teknik tradisional tanpa standar ukuran dan komposisi material yang baku.
- Produk lokal selama ini lebih banyak dipasarkan secara terbatas di pasar tradisional dan pameran daerah.
Apa Target PABKI ke Depan?
PABKI menargetkan dalam setahun ke depan, setidaknya 50 perajin binaan di Sulteng dapat memperoleh sertifikat akurasi produk. Sertifikat ini menjadi jaminan bahwa bilah dan kapak buatan mereka memiliki presisi ukuran dan ketajaman yang terukur.
Jika berhasil, langkah ini bisa menjadi model bagi daerah lain di Indonesia yang memiliki kerajinan serupa. Kantor perwakilan di Palu akan menjadi simpul jaringan PABKI di kawasan Indonesia Timur, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan pasar modern seperti perkakas pertanian dan industri kecil.