Gangguan itu terjadi saat Healey mengunjungi personel Brigade Ringan ke-4 Angkatan Darat Inggris di dekat Võru, Estonia tenggara. Mereka tengah berlatih bersama pasukan Estonia dalam latihan tahunan Spring Storm 2026 yang melibatkan lebih dari 12.000 personel dari Estonia dan negara-negara sekutu. Dalam perjalanan pulang, pesawat Dassault Falcon 900LX milik RAF itu mendadak buta navigasi.
Menurut jurnalis The Times yang ikut dalam penerbangan, seluruh instrumen kokpit yang bergantung pada GPS mati total. Akses internet di dalam pesawat juga terblokir. Pilot terpaksa beralih ke sistem navigasi inersia—mengandalkan sensor gerak dan rotasi untuk melacak posisi—teknologi yang terakhir kali diandalkan secara massal sebelum era GPS modern.
Bukan Sekadar Alat Besar di Satu Titik
Selama ini, gangguan GPS di Eropa Timur kerap dikaitkan dengan satu atau dua pemancar gangguan berdaya besar milik Rusia. Namun data terbaru menunjukkan pola yang berbeda. Area terdampak terparah di Eropa justru tersebar di banyak titik di dalam dan sekitar wilayah Rusia, bukan terkonsentrasi di satu lokasi.
Ivo Müürsepp, dosen senior di Tallinn University of Technology Estonia, mengatakan kepada stasiun penyiaran publik ERR bahwa pola ini konsisten dengan jaringan pengacak kecil yang tersebar luas. "Kemungkinan besar alat-alat itu ditempatkan bersama menara pemancar seluler, sehingga bisa berfungsi ganda sebagai stasiun pangkalan sekaligus pengacak GPS dengan jangkauan yang sebanding," jelas Müürsepp.
Motif Rusia: Bertahan dari Serangan Drone Ukraina
Müürsepp meyakini tujuan utama Rusia bersifat defensif—melindungi instalasi dalam negeri dari serangan drone Ukraina. Awal bulan ini, Ukraina memang menyerang lokasi-lokasi di dekat Moskow menggunakan drone. Rusia pun telah melakukan serangan serupa ke wilayah Ukraina secara bergantian.
Ancaman drone Ukraina ini akan semakin nyata. Bulan lalu, Inggris mengumumkan akan memasok setidaknya 120.000 drone ke Ukraina untuk mendukung perlawanannya melawan Rusia. Dengan jumlah sebesar itu, kebutuhan Rusia untuk melindungi diri dari serangan udara jarak jauh menjadi semakin mendesak.
Drone Nyasar Bukti Gangguan GPS Berbahaya
Dampak fatal dari kekacauan navigasi ini sudah terlihat. Pekan lalu, pesawat tempur Rumania menembak jatuh sebuah sistem udara nirawak—kemungkinan besar milik Ukraina—yang hanyut memasuki wilayah udara Estonia dari Rusia. Pihak Estonia langsung menyalahkan gangguan GPS Rusia sebagai penyebab kegagalan navigasi drone tersebut.
Insiden ini menunjukkan bahwa pengacakan GPS bukan lagi sekadar gangguan teknis yang mengesalkan bagi penerbangan VIP. Ini adalah ancaman nyata terhadap keselamatan penerbangan sipil dan militer di kawasan Baltik dan sekitarnya. Pertanyaannya sekarang: seberapa luas jaringan ini telah menyebar, dan apakah negara-negara NATO punya cara untuk menetralisirnya tanpa memulai konfrontasi langsung?