Pencarian

Rupiah Dekati Rp 17.900 per Dolar AS Pagi Ini, Dipicu Serangan AS-Iran yang Kembali Memanas

Kamis, 28 Mei 2026 • 09:44:01 WIB
Rupiah Dekati Rp 17.900 per Dolar AS Pagi Ini, Dipicu Serangan AS-Iran yang Kembali Memanas
Rupiah melemah ke Rp 17.855 per dolar AS seiring meningkatnya ketegangan AS-Iran.

JAKARTA — Pelemahan rupiah pada Kamis (28/5) ini menjadi yang terdalam di antara mata uang utama Asia. Data Bloomberg menunjukkan mayoritas mata uang kawasan kompak melemah terhadap dolar AS, dengan ringgit Malaysia turun 0,24 persen, dolar Singapura melemah 0,16 persen, dan peso Filipina terkoreksi 0,18 persen.

Satu-satunya pengecualian di Asia adalah dolar Hong Kong yang justru menguat tipis 0,03 persen. Sementara yen Jepang dan yuan China masing-masing turun 0,04 persen dan 0,05 persen.

Serangan Terbaru AS-Iran Jadi Biang Kerok

Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, menyebut pelemahan rupiah pagi ini dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah. "Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat menyusul berita penyerangan terbaru AS ke Iran, memperumit prospek harapan pada perdamaian di Timur Tengah," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Sentimen perang membuat investor global beralih ke aset safe haven, terutama dolar AS. Akibatnya, hampir seluruh mata uang utama negara maju juga tertekan. Euro Eropa turun 0,13 persen, poundsterling Inggris melemah 0,19 persen, dan dolar Australia terkoreksi 0,29 persen.

Rentang Pergerakan Hari Ini: Rp 17.750 hingga Rp 17.900

Lukman memperkirakan pergerakan rupiah sepanjang hari ini akan berada dalam rentang Rp 17.750 hingga Rp 17.900 per dolar AS. Artinya, level Rp 17.900 menjadi batas atas yang berpotensi diuji jika tekanan geopolitik berlanjut.

Tekanan terhadap rupiah juga datang dari penguatan dolar Kanada dan franc Swiss yang masing-masing turun 0,10 persen dan 0,20 persen terhadap greenback.

Fakta Singkat Pelemahan Rupiah Pagi Ini

  • Level rupiah pagi ini: Rp 17.855 per dolar AS (melemah 54 poin atau 0,30 persen)
  • Pemicu utama: berita penyerangan terbaru AS ke Iran yang memicu ketidakpastian geopolitik
  • Proyeksi rentang pergerakan: Rp 17.750 hingga Rp 17.900 per dolar AS

Pelemahan rupiah pagi ini menjadi sinyal bahwa pasar keuangan Indonesia masih rentan terhadap gejolak eksternal, terutama yang bersumber dari konflik bersenjata di Timur Tengah. Pelaku pasar disarankan mencermati perkembangan geopolitik selanjutnya yang bisa memicu volatilitas lebih tinggi.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks