SULAWESI TENGAH — Pasar ponsel pintar di 2026 menyuguhkan fenomena yang tak terduga: kebangkitan ponsel dengan keyboard QWERTY fisik bergaya BlackBerry. Meski BlackBerry sendiri sudah lama hengkang dari bisnis hardware, sejumlah produsen kecil dan aksesori justru ramai-ramai menghadirkan perangkat dengan tombol fisik. Mulai dari ponsel Android built-in hingga case keyboard untuk iPhone, berikut opsi yang tersedia.
Unihertz Titan 2 Elite: Penerus dengan Layar OLED 120 Hz
Perusahaan China Unihertz menjadi salah satu pemain paling aktif. Setelah sukses menggalang dana untuk Titan 2 pada musim panas 2025, mereka meluncurkan dua penerusnya di Mobile World Congress (MWC) 2026: Titan 2 Elite dan Titan 2 Elite Pro.
Kedua ponsel ini mengusung layar OLED 4,03 inci dengan refresh rate 120 Hz — peningkatan signifikan dari pendahulunya. Fitur lain mencakup konektivitas 5G, dukungan eSIM, dan slot microSD. Perbedaan utama ada di dapur pacu: model Pro menggunakan prosesor yang lebih tinggi dan penyimpanan internal 512 GB, dua kali lipat dari varian standar (256 GB).
Kampanye Kickstarter untuk kedua model ini berhasil mengumpulkan lebih dari 9.000 pendukung dengan total komitmen dana di atas Rp 66 miliar. Saat ini, keduanya sudah bisa dipesan di situs resmi Unihertz dengan harga masing-masing Rp 8,1 juta (USD 490) untuk Elite dan Rp 9,6 juta (USD 580) untuk Elite Pro.
Clicks Communicator: Ponsel QWERTY dengan Update Software 5 Tahun
Clicks, yang sebelumnya dikenal lewat aksesori keyboard untuk iPhone, ikut meramaikan segmen ini dengan meluncurkan Clicks Communicator di CES 2026. Ponsel ini dibanderol USD 499 (sekitar Rp 8,2 juta) dan menawarkan spesifikasi yang nyaris identik dengan Titan 2 Elite Pro: layar OLED 4,03 inci dan prosesor MediaTek Dimensity 8300.
Keunggulan utama Clicks Communicator ada pada sisi software. Ponsel ini langsung membawa Android 16 dan dijamin mendapat pembaruan sistem hingga lima tahun ke depan. Keyboard fisiknya juga mendukung input sentuh, plus ada fitur tambahan seperti pengisian nirkabel Qi2, jack audio 3,5 mm, dan lampu LED yang bisa dikustomisasi di tombol samping (Prompt Key).
Opsi Lain: Minimal Phone dan Zinwa Q25
Bagi yang menginginkan pengalaman lebih minimalis, Minimal Phone hadir dengan layar e-paper hitam-putih dan sistem operasi Android 14 yang tetap mendukung Google Play. Harganya USD 449,99 (sekitar Rp 7,4 juta). Sementara itu, vendor China Zinwa Technologies mengonversi bodi BlackBerry Classic menjadi ponsel Android 13, dijual dengan nama Zinwa Q25 seharga USD 400 (sekitar Rp 6,6 juta).
Aksesori Keyboard untuk iPhone dan Android
Pengguna yang belum siap mengganti ponsel utama tetap bisa menikmati keyboard fisik lewat aksesori. Clicks, misalnya, menawarkan case keyboard yang kompatibel dengan beberapa model iPhone dan perangkat Android tertentu. Aksesori ini menjadi solusi bagi mereka yang hanya sesekali butuh mengetik banyak tanpa harus membawa ponsel kedua.
Mengapa Keyboard Fisik Kembali Dilirik?
Fenomena ini tidak semata-mata didorong nostalgia. Pengguna yang banyak mengetik — seperti jurnalis, pebisnis, atau pengelola media sosial — kerap mengeluhkan bug keyboard virtual, termasuk masalah yang baru-baru ini dilaporkan pada keyboard bawaan iPhone. Keyboard fisik dianggap lebih andal dan memberikan kepastian umpan balik sentuhan.
Selain itu, ponsel QWERTY menawarkan diferensiasi di tengah lautan ponsel layar penuh yang tampil seragam. Beberapa pengguna juga melaporkan bahwa ponsel dengan layar lebih kecil secara tidak langsung membantu mengurangi waktu konsumsi konten, menjadikannya kandidat kuat sebagai ponsel sekunder untuk komunikasi dan produktivitas.
- Fakta Singkat Ponsel QWERTY 2026:
- Unihertz Titan 2 Elite Pro: Rp 9,6 juta, RAM 12 GB (estimasi), penyimpanan 512 GB
- Clicks Communicator: Rp 8,2 juta, Android 16, garansi update 5 tahun
- Minimal Phone: Rp 7,4 juta, layar e-paper, Android 14
- Zinwa Q25: Rp 6,6 juta, konversi bodi BlackBerry Classic
- Aksesori Clicks: tersedia untuk iPhone dan Android tertentu, harga bervariasi
Bagi pengguna Indonesia, ponsel-ponsel ini belum tersedia secara resmi di distributor lokal. Pembelian umumnya dilakukan lewat platform Kickstarter, situs resmi vendor, atau toko impor daring. Namun, dengan tren yang terus tumbuh, bukan tidak mungkin distributor lokal mulai melirik segmen ini dalam waktu dekat.