SULAWESI TENGAH — Chuwi UniBook menjadi salah satu laptop budget paling menarik tahun ini berkat kehadiran prosesor Intel generasi terbaru, Core 3 304. Dengan banderol di bawah US$500, laptop ini mencoba menawarkan pengalaman Windows 11 modern dengan efisiensi daya yang diklaim jauh lebih baik dari pendahulunya.
Prosesor Wildcat Lake: Arsitektur Baru untuk Laptop Murah
Intel memperkenalkan keluarga Wildcat Lake pada CES 2026 sebagai penerus chip Alder Lake N dan Twin Lake yang selama ini mengisi laptop murah. Prosesor ini dibangun dengan arsitektur hibrida yang memadukan core performa Cougar Cove dengan core efisiensi Darkmont, plus grafis Xe3 dan NPU 5, semuanya di atas proses manufaktur Intel 18A.
Core 3 304 yang dipakai UniBook berada di posisi terbawah lini tersebut. Chip ini punya lima core dan lima thread, terdiri dari satu core performa dan empat core efisiensi, dengan clock hingga 4,3 GHz. Sayangnya, konfigurasi ini membuat UniBook tidak memenuhi syarat sertifikasi Copilot Plus karena total performa NPU dan GPU hanya 24 TOPS, di bawah ambang 40 TOPS yang diminta Microsoft.
Desain Ringkas dengan Port Super Lengkap
Chuwi mengklaim bobot UniBook hanya 1,2 kg dengan ketebalan 16,4 mm, menjadikannya salah satu laptop 14 inci teringan di kelas harganya. Chassis menggunakan aluminium anodized dengan engsel yang bisa dibuka 180 derajat, dan rasio layar-ke-bodi mencapai 88 persen berkat bezel tipis di sekeliling panel 16:10.
Yang mengejutkan untuk laptop murah: portnya sangat lengkap. Ada dua USB-C full-function, dua USB-A 3.2, satu USB-A 2.0, HDMI, Gigabit Ethernet, slot TF card, dan jack 3,5 mm. Kehadiran port LAN jelas nilai plus, terutama saat Windows 11 pertama kali dijalankan dan langsung sibuk mengunduh pembaruan.
Performa: Andal untuk Tugas Ringan, Tersendat saat Multitasking
Hasil benchmark menunjukkan kekuatan single-core Core 3 304 cukup impresif untuk chip semurah ini. Di GeekBench 6, UniBook mencetak 1.962 poin untuk single-core, mengungguli laptop Chuwi CoreBook X dengan Ryzen 5 7430U yang hanya meraih 1.442 poin. Namun skor multi-core justru kalah tipis, 5.338 berbanding 4.848, karena keterbatasan jumlah core.
Masalah terbesar ada di RAM. Dengan hanya 8GB LPDDR5, sistem sudah memakan 6,3 GB sebelum aplikasi apa pun dibuka. Begitu browser dibuka dengan 10 tab, sistem mulai melakukan paging dan terasa lambat. Cinebench 24 bahkan gagal berjalan karena memori yang tersedia terlalu sedikit. Storage bawaan juga hanya PCIe 3.0, padahal slot M.2-nya mendukung PCIe 4.0, sehingga kecepatan baca mentok di 2.315 MB/s.
Baterai Jadi Andalan Utama
Di sinilah UniBook bersinar. Dalam pengujian pemutaran video terus-menerus dengan kecerahan layar diturunkan, laptop ini bertahan lebih dari 20 jam dari baterai 53,38Wh. Chuwi sendiri mengklaim 13 jam untuk pemutaran video 1080p dengan kecerahan 50 persen. Pengisian daya menggunakan adaptor USB-C 65W, mampu mengisi seperempat kapasitas dalam 30 menit.
Layar: Terang tapi Akurasi Warna Kurang
Panel IPS 14 inci dengan resolusi 1920 x 1200 menawarkan kecerahan puncak 300 nit yang cukup untuk penggunaan di dalam ruangan. Namun pengukuran menunjukkan gamut warna hanya mencapai 63 persen sRGB, jauh dari klaim 100 persen. Kontras dan keseragaman layar justru dinilai baik, jadi layar ini tetap nyaman untuk pekerjaan kantoran biasa, hanya kurang cocok untuk editing foto.
Harga dan Ketersediaan
UniBook dijual dengan satu varian saja: Intel Core 3 304, RAM 8GB, dan SSD 256GB. Harga US$449 di Amerika Serikat, £335 di Inggris, dan €449 di Eropa. Sebagai pembanding, HP OmniBook 3 AI 14 dengan chip yang sama dibanderol £799, sementara Lenovo ThinkPad E16 Gen 4 dengan RAM 16GB mencapai £954. Chuwi jelas menawarkan nilai paling agresif, meski dengan kompromi di kapasitas memori.
Kesimpulan
Chuwi UniBook adalah laptop yang jujur pada harganya. Ia menawarkan desain premium, port terlengkap di kelasnya, dan daya tahan baterai luar biasa. Namun RAM 8GB yang tidak bisa ditambah membuatnya hanya cocok untuk pengguna dengan kebutuhan ringan: browsing, mengetik dokumen, dan video call. Untuk pelajar yang butuh multitasking berat atau profesional yang sering membuka banyak aplikasi sekaligus, laptop ini akan cepat terasa sempit.