Pencarian

DPRD Sulteng Kukuhkan Pengurus BAMAG 2026–2031, Perkuat Kerukunan Umat

Sabtu, 02 Mei 2026 • 13:54:05 WIB
DPRD Sulteng Kukuhkan Pengurus BAMAG 2026–2031, Perkuat Kerukunan Umat
Wakil Gubernur Sulteng resmi kukuhkan pengurus BAMAG periode 2026–2031 di Gedung Pogombo.

Palu — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido secara resmi mengukuhkan susunan pengurus Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Provinsi Sulawesi Tengah untuk periode 2026–2031. Acara pengukuhan berlangsung di Gedung Pogombo, Kantor Gubernur Sulteng, pada Jumat pekan lalu.

Momentum Penguatan Kerukunan Umat Beragama

Hadir dalam acara pengukuhan ini Ketua DPRD Sulteng diwakili Ketua Komisi I Dr. Bartholomeus Tandigala, Ketua BAMAG Sulteng Lukky Semen, Sekretaris BAMAG Kaleb Tokii, Anggota Komisi III DPRD Sulteng Marthen Tibe, unsur Forkopimda, Ketua Majelis Sinode GPID Sulteng Pdt. Alexander Z. Rondonuwu, perwakilan FKUB, pimpinan lembaga gereja, serta para gembala jemaat.

Ketua BAMAG Sulteng Lukky Semen menguraikan sejarah organisasi yang telah hadir sejak 1993, digagas oleh almarhum Abdul Aziz Lamadjido saat menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Tengah. Organisasi ini diberikan tanggung jawab strategis dalam membina hubungan, merawat kerukunan, dan meningkatkan kerja sama antar denominasi gereja di daerah.

Peranan BAMAG dalam Program Pembangunan Daerah

Saat ini, BAMAG menaungi sekitar 2.360 gereja dengan jumlah umat mencapai 411.145 jiwa yang tersebar di Sulawesi Tengah. Lukky Semen menegaskan bahwa BAMAG berfungsi sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung berbagai program pembangunan, termasuk program "Berani Cerdas" dan "Berani Sehat".

"BAMAG diharapkan menjadi pilar dalam menjaga kerukunan umat beragama serta menjadi jembatan yang menghubungkan nilai-nilai spiritual dengan kehidupan sosial masyarakat lintas agama," ujarnya dalam sambutannya.

Dukungan DPRD untuk Kepengurusan Baru

Ketua Komisi I DPRD Sulteng Dr. Bartholomeus Tandigala mengapresiasi pengukuhan kepengurusan BAMAG periode 2026–2031 sebagai momentum penting dalam memperkuat persatuan dan pelayanan gereja. Ia mengharapkan kepengurusan baru dapat semakin solid dalam membangun kebersamaan antar gereja dan memperkuat nilai kasih di tengah masyarakat yang majemuk.

Tandigala menyatakan bahwa gereja memiliki peran strategis dalam membangun karakter moral masyarakat dan menjadi mitra pemerintah dalam mendorong pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan. "Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta membangun Sulawesi Tengah yang damai, maju, dan sejahtera," katanya menutup sambutannya.

Komitmen Menjaga Kerukunan di Tengah Keberagaman

Pengukuhan ini menandai komitmen bersama antara pemerintah daerah dan institusi keagamaan dalam menjaga stabilitas sosial Sulawesi Tengah. Dengan kepengurusan yang dikukuhkan secara resmi, BAMAG diharapkan dapat menjalankan fungsinya dengan penuh tanggung jawab, hikmat, dan dedikasi dalam menjaga harmoni umat beragama di daerah.

Bagikan
Sumber: truestory.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks