PT Pamapersada Nusantara (PAMA) mewisuda 79 siswa SMK Maharati angkatan ketiga di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, pada Jumat (8/5). Angka kelulusan ini melonjak 54 persen dibandingkan angkatan pertama, mencerminkan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan vokasi di wilayah pedalaman. Selain seremoni kelulusan, perusahaan juga memulai proyek elektrifikasi sekolah guna mendukung fasilitas belajar yang lebih modern dan efisien.
Langkah strategis PT Pamapersada Nusantara (PAMA) bersama PT Tuah Turangga Agung (TTA) dalam memperkuat ekosistem pendidikan di wilayah operasional mulai membuahkan hasil signifikan. Sebanyak 79 siswa-siswi SMK Maharati yang berlokasi di Desa Buhut Jaya, Kecamatan Kapuas Tengah, resmi menyelesaikan masa studinya. Para lulusan ini berasal dari dua program keahlian yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini, yakni 51 siswa Jurusan Teknik Alat Berat (TAB) dan 28 siswa Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV).
Peningkatan jumlah wisudawan sebesar 54 persen dibandingkan angkatan perdana menjadi indikator penting bagi PAMA. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa akses pendidikan berkualitas di area ring satu operasional PAMA MCIP semakin diminati masyarakat sekitar. Kehadiran SMK Maharati di bawah naungan Yayasan Bina Harati PAMA dirancang untuk memutus kesenjangan kualitas SDM antara wilayah perkotaan dengan daerah terpencil.
Strategi BMW untuk Penyerapan Lulusan
Manajemen PAMA tidak sekadar memberikan ijazah, namun menerapkan konsep "BMW" (Bekerja, Melanjutkan Pendidikan, dan Wirausaha) sebagai peta jalan karier para alumni. Melalui skema ini, perusahaan berupaya memastikan setiap lulusan memiliki daya saing tinggi. Fokus pertama adalah menyalurkan tenaga kerja terampil siap pakai ke berbagai sektor industri, termasuk di dalam ekosistem internal PAMA Group sendiri.
Bagi siswa yang memiliki prestasi akademik menonjol, PAMA menyediakan jalur khusus dan dukungan untuk meneruskan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Sementara itu, bagi mereka yang memilih jalur mandiri, pembekalan karakter dan keahlian hidup diberikan agar lulusan mampu membuka lapangan kerja baru di daerahnya melalui program wirausaha. Proses pemetaan karier ini dilakukan sejak dini melalui pendampingan intensif untuk memaksimalkan angka penyerapan tenaga kerja.
"Apa yang kita rayakan hari ini adalah awal, bukan akhir. Ke depan, kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat harus terus kita perkuat. Karena pendidikan bukan tanggung jawab satu pihak, tetapi tanggung jawab kita bersama," tegas Presiden Direktur PT Pamapersada Nusantara (PAMA), Hendra Hutahean, dalam sambutannya.
Efisiensi Energi dan Proyek Elektrifikasi
Berbarengan dengan acara wisuda, PAMA melakukan prosesi simbolis peletakan batu pertama untuk program elektrifikasi SMK Maharati. Langkah ini merupakan bagian dari pengembangan infrastruktur sekolah yang lebih berkelanjutan. Proyek ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas fasilitas fisik sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari strategi efisiensi energi perusahaan di lingkungan operasional.
Direktur PAMA sekaligus Presiden Direktur Energia Prima Nusantara (EPN), Chynthia Theresa AM, menjelaskan bahwa inisiatif ini memiliki dampak ganda. Di satu sisi, ketersediaan listrik yang stabil akan membuat proses belajar mengajar menjadi lebih kondusif, terutama untuk praktik di bengkel alat berat maupun laboratorium komputer DKV. Di sisi lain, proyek ini mendukung target korporasi dalam mengoptimalkan penggunaan energi.
"Program ini secara bersamaan mendukung proses belajar mengajar yang lebih kondusif, namun juga mengupayakan efisiensi fuel consumption di PAMA Group," ungkap Chynthia. Upaya ini menegaskan posisi PAMA yang mulai mengintegrasikan prinsip keberlanjutan (ESG) ke dalam program pengembangan masyarakat di wilayah pedalaman Kalimantan.
Secara keseluruhan, penguatan SMK Maharati menjadi bukti nyata peran kontraktor pertambangan dalam menciptakan efek pengganda ekonomi di daerah. Dengan mencetak tenaga terampil dari putra daerah, PAMA berharap tingkat kesejahteraan masyarakat di sekitar area tambang dapat meningkat secara mandiri dan berkelanjutan dalam jangka panjang.