DONGGALA — Akses transportasi warga Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, tidak lagi terhalang setelah jembatan penghubung dua desa diperbaiki. Jembatan ini sangat kritis untuk roda perekonomian lokal — mulai dari pengiriman panen hingga mobilitas anak-anak ke sekolah. Saat ini struktur telah stabil dan aman dilalui sejumlah kendara roda empat.
Kerusakan: Lantai Kayu Lapuk dan Rangka Rapuh
Sebelum perbaikan, jembatan mengalami degradasi parah. Lantai kayu telah lapuk dan struktur rangka mulai rapuh, membatasi mobilitas warga bahkan mengganggu arus ekonomi lokal. Keadaan ini berlangsung cukup lama, menjadi perhatian serius tokoh masyarakat setempat.
Perbaikan dilakukan dengan mengganti material kayu lantai menggunakan kayu berkualitas lebih kokoh. Tim kerja berasal dari gotong royong warga lokal, menunjukkan komitmen masyarakat untuk mengembalikan fungsi infrastruktur mereka sendiri.
Kolaborasi Warga, Perusahaan, dan Aparat
Mustafa, tokoh masyarakat setempat, mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam upaya pemulihan. "Kolaborasi ini adalah bentuk sinergi yang sangat baik antara masyarakat dan pelaku usaha di wilayah kami," ujarnya. Ia menambahkan bahwa dukungan PT Lestari Tani Teladan telah dirasakan warga sejak lama dan terus berlanjut hingga kini.
Pengadaan material kayu didukung sepenuhnya oleh PT Lestari Tani Teladan. Sementara itu, Koramil dan Polsek Kecamatan Rio Pakava turut memfasilitasi pelaksanaan perbaikan. Sinergi ini memastikan proyek dapat selesai dengan efisien dan hasilnya memuaskan.
CSR Perusahaan atau Tanggung Jawab Bersama?
Muhammad Tugiran, Administratur PT Lestari Tani Teladan, menyebut perbaikan ini sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. "Perusahaan turut bertanggung jawab untuk memastikan mobilitas warga, terutama anak sekolah dan hasil tani, tidak terhambat," kata Tugiran pada Rabu (6/5/2026).
Namun secara substansi, inisiatif berangkat dari swadaya masyarakat yang kemudian mendapat dukungan material dan fasilitasi aparat. Hal ini menunjukkan bahwa perbaikan infrastruktur desa bukan sekadar tanggung jawab satu pihak, melainkan kerja kolektif berbasis kebutuhan lokal.
Harapan Akselerasi Ekonomi Lokal
Dengan jembatan kembali fungsional, akses transportasi dan mobilitas hasil pertanian diharapkan meningkat signifikan. Warga dapat mengirim hasil panen ke pasar dengan lebih lancar, sementara anak-anak dapat menjangkau sekolah tanpa hambatan infrastruktur.