Pencarian

Pemkab Donggala Salurkan Bantuan Ikan Segar untuk 175 Keluarga Berisiko Stunting

Rabu, 06 Mei 2026 • 20:22:13 WIB
Pemkab Donggala Salurkan Bantuan Ikan Segar untuk 175 Keluarga Berisiko Stunting
Pemerintah Kabupaten Donggala menyalurkan bantuan ikan segar untuk 175 keluarga berisiko stunting.

DONGGALA — Pemerintah Kabupaten Donggala mulai mendistribusikan paket bantuan pangan khusus sebagai upaya intervensi gizi buruk di wilayah perkotaan. Penyaluran bantuan ini menyasar keluarga yang masuk dalam peta risiko stunting guna memastikan kecukupan asupan protein hewani bagi anak-anak.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Donggala, Ali Assagaf, menjelaskan bahwa setiap kepala keluarga (KK) menerima paket bantuan berupa 3 kilogram ikan segar. Selain ikan mentah, pemerintah daerah juga menyertakan dua paket produk olahan ikan untuk memperkaya variasi konsumsi harian masyarakat.

"Penyaluran bantuan pangan ini menjadi salah satu upaya percepatan penurunan stunting melalui pemenuhan gizi masyarakat berbasis protein hewani," ujar Ali Assagaf saat dihubungi dari Banawa, Rabu.

Mengapa Bantuan Fokus pada Keluarga Desil 1 dan 2?

Pemerintah daerah menetapkan kriteria ketat dalam penyaluran bantuan ini agar tepat sasaran. Fokus utama diberikan kepada keluarga berisiko stunting yang berada pada kategori desil 1 dan 2, atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan sosial ekonomi terendah.

Ali menegaskan bahwa intervensi ini tidak hanya menyasar warga di wilayah pesisir atau pelosok desa yang selama ini menjadi fokus utama. Masyarakat yang bermukim di kawasan perkotaan namun memiliki keterbatasan akses terhadap pangan bergizi kini turut menjadi prioritas program.

"Harapannya bantuan pangan yang diberikan pemerintah daerah kepada keluarga berisiko stunting dapat tepat sasaran," katanya menambahkan.

Target Penurunan Stunting Donggala hingga 2026

Program pembagian ikan segar ini berkaitan erat dengan target besar penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Donggala. Berdasarkan data teknis, angka stunting di daerah tersebut diproyeksikan mencapai 29,6 persen pada tahun 2025.

Pemerintah Kabupaten Donggala menargetkan angka tersebut harus ditekan hingga menyentuh 24,3 persen pada tahun 2026. Peningkatan konsumsi ikan di tingkat rumah tangga dianggap sebagai solusi paling realistis mengingat potensi perikanan daerah yang melimpah.

Dinas Perikanan berharap pemberian bantuan ini mampu memicu kesadaran jangka panjang bagi orang tua untuk lebih rutin menyajikan ikan sebagai menu utama anak. Melalui pemenuhan gizi yang konsisten, kasus stunting baru di Donggala diharapkan dapat berkurang secara signifikan dalam dua tahun ke depan.

Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks