Pencarian

Pemerintah Siapkan Strategi Fiskal demi Jaga Harga BBM sampai Akhir 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 • 11:04:31 WIB
Pemerintah Siapkan Strategi Fiskal demi Jaga Harga BBM sampai Akhir 2026
Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan dengan Dewan Ekonomi Nasional di Istana Merdeka, Jakarta.

SULAWESI TENGAH — Pemerintah menyiapkan sejumlah strategi fiskal untuk menahan harga bahan bakar minyak hingga akhir 2026 tanpa mengorbankan keberlanjutan anggaran negara. Pembahasan berlangsung dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Dewan Ekonomi Nasional di Istana Merdeka, Jakarta. Fokusnya bukan hanya menahan harga, tetapi juga memperbaiki penyaluran subsidi energi agar lebih tepat sasaran.

Anggota Dewan Ekonomi Nasional Septian Hario Seto menyatakan strategi fiskal tersebut melibatkan Kementerian Keuangan dan dukungan Danantara. Menurut Septian, tujuan akhirnya adalah memastikan harga BBM tetap terjaga sampai akhir tahun sekaligus menjaga kondisi fiskal tetap sehat.

"Kami juga mendiskusikan beberapa strategi fiskal yang bisa dilakukan oleh pemerintah, Kementerian Keuangan dan juga dibantu Danantara untuk memastikan bahwa harga BBM ini tetap bisa dijaga sampai dengan akhir tahun dan fiskalnya juga tetap sustainable," kata Septian, dikutip dari Antara, Rabu, 21 Oktober 2026.

Subsidi Energi Dinilai Sudah di Jalur yang Tepat

DEN menyampaikan kajian mengenai kebijakan harga BBM bersubsidi dalam pertemuan itu. Kesimpulannya, langkah pemerintah menahan harga BBM bersubsidi dinilai sudah tepat untuk melindungi daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi saat ini.

"Kami menyampaikan kepada Bapak Presiden bahwa langkah pemerintah untuk menjaga harga BBM bersubsidi ini sudah tepat, terutama untuk menjaga daya beli masyarakat saat ini," ujar Septian.

Catatan DEN, kebijakan jangka pendek saja tidak cukup. Perbaikan struktural agar subsidi energi lebih tepat sasaran juga masuk dalam pembahasan, termasuk opsi-opsi yang bisa dijalankan dalam jangka panjang.

Rekomendasi DEN soal Dampak Dinamika Global

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa pihaknya memberikan sejumlah rekomendasi kepada Presiden berdasarkan perkembangan ekonomi dunia. Menurut Luhut, dampak gejolak global terhadap ekonomi Indonesia sulit dihindari, sehingga pemerintah perlu alternatif solusi, bukan hanya daftar persoalan.

"Ada beberapa rekomendasi dari Dewan Ekonomi Nasional kepada Presiden mengikuti perkembangan dunia saat ini yang dampaknya tentu suka-tidak suka pada ekonomi Indonesia juga banyak," ujar Luhut.

Pembahasan melibatkan Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Kehadiran mereka memungkinkan data yang dipaparkan langsung dikonfirmasi dalam forum yang sama.

"Tadi satu per satu kami jelaskan karena ada Menteri Keuangan, ada Gubernur BI, ada Menko Perekonomian, jadi tadi sekaligus juga kita merekonfirmasi data-data yang ada," ungkap Luhut.

Dampak ke Pemilik Kendaraan dan Pengguna BBM Bersubsidi

Bagi konsumen, arah kebijakan ini berarti harga BBM bersubsidi diharapkan tidak berubah hingga akhir 2026. Kepastian tersebut penting bagi pengendara motor dan mobil yang mengandalkan Pertalite dan Solar bersubsidi untuk aktivitas harian.

Yang belum dipastikan adalah bentuk konkret strategi fiskalnya, termasuk apakah ada penyesuaian alokasi anggaran subsidi atau perubahan skema penyaluran. Pemerintah juga belum merinci mekanisme perbaikan subsidi tepat sasaran yang dibahas bersama DEN.

Semua opsi masih dalam tahap kajian. Yang jelas, pemerintah memilih menahan harga lebih dulu ketimbang menyesuaikan harga ke level keekonomian, dengan konsekuensi beban fiskal yang harus dikelola hati-hati sampai tutup tahun.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: metrotvnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks