Pencarian

TNI AL Morowali Bersama PT IMIP Tanam Mangrove di Pantai Kurisa, Lanjut Bersihkan Sampah Pesisir

Minggu, 18 Oktober 2026 • 16:01:31 WIB
TNI AL Morowali Bersama PT IMIP Tanam Mangrove di Pantai Kurisa, Lanjut Bersihkan Sampah Pesisir
Personel Pos TNI AL Morowali bersama PT IMIP dan warga menanam mangrove di kawasan Caffe Mangrove Kurisa, Desa Kurisa, Kecamatan Bahodopi.

MOROWALI — Pos TNI AL Morowali menggandeng Departemen Community Development dan CSR PT IMIP untuk menanam mangrove di kawasan Caffe Mangrove Kurisa, Dusun Kurisa, Desa Kurisa, Kecamatan Bahodopi. Kegiatan berlangsung pada Minggu (18/10/2026) dan melibatkan warga pesisir setempat.

Danpos TNI AL Morowali Kapten Laut (P) Sudjito menyebut penanaman dilakukan sebagai bagian dari "Gerakan Restorasi Mangrove". Ia menyatakan kegiatan itu merupakan hasil kerja sama antara posnya dan pihak perusahaan.

"Kegiatan penanaman Mangrove yang dilaksanakan oleh Pos TNI AL Morowali bekerjasa dengan Departemen Community Development Dan CSR PT. IMIP, kegiatan ini dalam rangka Gerakan Restorasi Mangrove," kata Sudjito.

Siapa Saja yang Terlibat di Pantai Kurisa

Selain personel Pos TNI AL Morowali, hadir dalam kegiatan itu Departemen Development PT IMIP, anggota CSR perusahaan, aparat Desa Fatufia, serta masyarakat pesisir Desa Fatufia. Kehadiran warga menjadi bagian dari pelibatan komunitas lokal dalam program konservasi.

Lokasi penanaman berada di pesisir Kurisa yang selama ini dikenal sebagai kawasan mangrove di Kecamatan Bahodopi. Kawasan itu berbatasan langsung dengan permukiman dan aktivitas warga pesisir.

Fungsi Ekologis: Menahan Abrasi hingga Menyimpan Karbon

Menurut Sudjito, mangrove memiliki fungsi fisik dan ekologis yang penting bagi kawasan pesisir. Akar mangrove yang kuat dan saling terhubung menahan abrasi, erosi pantai, serta meredam gelombang besar, angin kencang, hingga tsunami.

Tanaman ini juga mencegah intrusi air laut agar tidak meresap ke daratan dan mencemari sumber air tawar. Mangrove menjadi habitat biota laut untuk memijah, mencari makan, dan berlindung, mulai dari ikan, udang, kepiting, hingga berbagai jenis burung.

Dari sisi iklim, mangrove berperan sebagai penyerap karbon atau blue carbon. Simpanan karbonnya disebut bisa mencapai lima kali lebih banyak dibanding hutan tropis daratan, sehingga membantu menekan pemanasan global. Mangrove juga menyaring kotoran, sampah, dan menyerap logam berat agar kualitas air laut tetap bersih.

Manfaat Ekonomi bagi Nelayan dan Warga Pesisir

Selain fungsi ekologis, Sudjito menyebut mangrove punya nilai ekonomis dan sosial. Kawasan ini menjadi lokasi tangkapan hasil laut seperti ikan, kepiting, dan kerang yang bernilai ekonomis bagi nelayan.

Mangrove juga menghasilkan kayu untuk bahan bangunan dan bahan bakar, serta buah atau olahan pangan tertentu. Ke depan, kawasan ini disebut berpotensi dikembangkan sebagai ekowisata yang meningkatkan pendapatan warga lokal.

Usai Tanam, Warga Bersihkan Sampah Pesisir

Rangkaian kegiatan tidak berhenti di penanaman. Setelah menanam mangrove, peserta melanjutkan pembersihan sampah di pesisir pantai.

"Selanjutnya, selesai melaksanakan penanaman Mangrove dilanjutkan pembersihan sampah di pesisir pantai," pungkas Sudjito.

Program restorasi mangrove di Bahodopi menyasar dua persoalan sekaligus: menjaga garis pantai dari abrasi dan mengurangi beban sampah di kawasan pesisir. Pelibatan warga Desa Fatufia menjadi penanda bahwa konservasi dijalankan bersama komunitas yang tinggal di sekitar kawasan.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dteksinews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks