Pencarian

Airlangga Petakan Celah Ekspor USD50,5 Miliar di RRT-AS-Jepang-India

Minggu, 18 Oktober 2026 • 13:34:01 WIB
Airlangga Petakan Celah Ekspor USD50,5 Miliar di RRT-AS-Jepang-India
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan pemetaan potensi ekspor tambahan senilai USD50,5 miliar di empat pasar utama.

SULAWESI TENGAH — Pemerintah mengidentifikasi potensi ekspor tambahan senilai USD50,5 miliar di empat pasar utama, dengan RRT menjadi sumber celah terbesar mencapai USD31 miliar. Pemetaan ini jadi dasar strategi ekspor berbasis komoditas yang digodok Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi itu terbagi ke empat negara: RRT USD31 miliar, Amerika Serikat USD14 miliar, India USD10 miliar, dan Jepang USD5,5 miliar. Angka tersebut merupakan selisih antara nilai ekspor Indonesia saat ini dan potensi ekspor maksimal di masing-masing negara tujuan, berdasarkan data 2025.

Pemerintah memandang perkembangan ini perlu direspons melalui penguatan strategi ekspor berbasis komoditas dan pasar. Pendekatan dilakukan dengan mengidentifikasi komoditas berkapasitas ekspor tinggi, memetakan kesenjangan antara ekspor Indonesia dengan kebutuhan impor negara mitra, serta mengurai hambatan yang dihadapi pelaku usaha.

"Pemetaan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan ekspor tidak hanya perlu dilakukan melalui pencarian pasar baru, tetapi juga dengan memperdalam pasar yang selama ini telah menjadi tujuan ekspor Indonesia," kata Airlangga dalam keterangan resminya.

Komoditas Andalan di Tiap Pasar Tujuan

Di RRT, celah ekspor terbesar berada pada mineral dan logam beserta produknya, sumber daya mineral, mesin dan peralatan elektronik, kayu, kertas, karet, plastik, serta produk kimia. Pasar Amerika Serikat membuka ruang pada kendaraan, mineral dan logam, mesin dan peralatan elektronik, serta kayu, kertas, karet, dan plastik.

Jepang menawarkan peluang pada produk mineral dan logam, hasil laut, produk nabati, dan bahan kimia. Sementara India memberi ruang pada mineral dan logam, bahan kimia, mesin dan elektronik, serta produk nabati.

Dari daftar itu terlihat pola yang berulang: mineral dan logam muncul di keempat pasar. Artinya, hilirisasi tambang bukan sekadar agenda domestik, tetapi pintu masuk paling konkret untuk menutup celah ekspor di negara-negara yang selama ini jadi tujuan utama.

Empat Sektor Jadi Tulang Punggung Strategi

Pemerintah akan mendorong penguatan ekspor lewat pendekatan berbasis komoditas yang mempertemukan potensi produksi domestik dan kebutuhan spesifik negara tujuan. Cakupannya meliputi sektor pertambangan, pertanian dan perkebunan, perikanan, serta manufaktur.

Pengembangan produk elektronik dan teknologi serta produk telekomunikasi juga masuk dalam pemetaan potensi ekspor. Sejumlah komoditas yang selama ini dijual mentah dinilai punya ruang lebih besar jika diolah lebih dulu sebelum dikirim ke luar negeri.

Untuk merealisasikan potensi tersebut, pemerintah memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga bersama pelaku usaha. Hambatan yang diurai mencakup regulasi, standarisasi persyaratan pasar, hingga kendala teknis di lapangan.

Arti bagi Pelaku Usaha dan Investor

Bagi eksportir, pemetaan ini memberi sinyal soal pasar mana yang layak dikejar lebih dulu. RRT dengan celah USD31 miliar menawarkan volume terbesar, tetapi juga menghadapi persaingan ketat dari pemasok negara lain. India dan Jepang bisa jadi alternatif dengan hambatan yang relatif lebih terukur.

Investor di sektor hilirisasi mineral, pengolahan hasil laut, dan manufaktur elektronik berpeluang membaca arah kebijakan ini sebagai panduan alokasi. Namun realisasinya bergantung pada kecepatan penyelesaian hambatan regulasi dan standarisasi yang selama ini dikeluhkan pelaku usaha.

Airlangga menegaskan optimalisasi pasar utama tidak cukup diukur dari kenaikan nilai ekspor secara agregat. "Dengan pendekatan tersebut, optimalisasi pasar utama diharapkan tidak hanya dilakukan melalui peningkatan nilai ekspor secara agregat, tetapi juga melalui penguatan ekspor produk bernilai tambah dan diversifikasi komoditas, sehingga peluang pasar yang masih terbuka dapat dikonversi menjadi ekspor Indonesia yang lebih konkret," ujarnya.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks