Pencarian

Mendagri Minta Maskapai Tak Patok Tarif Tertinggi Saat Nataru, Inflasi Jadi Alasan

Selasa, 27 Oktober 2026 • 11:04:31 WIB
Mendagri Minta Maskapai Tak Patok Tarif Tertinggi Saat Nataru, Inflasi Jadi Alasan
Mendagri Tito Karnavian meminta maskapai tidak mematok tarif tertinggi selama periode Natal dan Tahun Baru.

SULAWESI TENGAH — Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta maskapai penerbangan menahan diri mematok tarif pada level tertinggi selama periode Natal dan Tahun Baru. Permintaan disampaikan lewat rapat koordinasi di Jakarta, Senin (26/10), dengan alasan kenaikan tarif angkutan udara ikut mendorong inflasi akhir tahun.

Permintaan Tito ditujukan langsung ke Kementerian Perhubungan, khususnya Direktorat Jenderal Angkutan Udara, agar mengumpulkan para maskapai sebelum lonjakan permintaan akhir tahun terjadi. Menurut Tito, kenaikan jumlah penumpang seharusnya bisa dimanfaatkan maskapai tanpa harus memaksimalkan harga tiket.

"Saya memohon kepada Kementerian Perhubungan, khususnya Ditjen Angkutan Udara, mengumpulkan rekan-rekan airline. Ketika demand tinggi, karena banyak perjalanan nanti akhir tahun ini, mohon jangan mengambil harga yang paling tinggi, acuan yang tinggi," ujar Tito usai Rapat Koordinasi Menteri Koordinator Bidang Pangan di Jakarta, Senin (26/10).

Alasan di Balik Permintaan: Inflasi Akhir Tahun

Permintaan Tito bukan tanpa dasar. Mobilitas masyarakat pada periode Nataru diperkirakan meningkat, dan kondisi itu berpotensi menaikkan harga di berbagai lini, termasuk tarif angkutan udara. Tarif penerbangan disebut turut menyumbang kenaikan inflasi.

Menurut Tito, maskapai tetap bisa mencetak keuntungan meski tidak menetapkan harga pada level tertinggi. Ia menilai kenaikan jumlah penumpang sudah cukup menjadi kompensasi.

"Jumlah penumpangnya pasti meningkat. Otomatis tolong kalau bisa diturunkan. Keuntungan kan tetap ada, tapi jangan ambil keuntungan maksimal, supaya tidak berpengaruh kepada inflasi," ujarnya.

Antisipasi Lonjakan Mobilitas Darat dan Laut

Selain jalur udara, Tito menyoroti potensi kenaikan mobilitas masyarakat lewat jalur darat dan laut selama libur akhir tahun. Antisipasi diminta dilakukan sejak dini, bukan menunggu lonjakan terjadi.

Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah pengendalian inflasi akhir tahun. Langkah yang diusulkan mencakup melanjutkan bantuan sosial, operasi pasar pangan, serta mempertimbangkan subsidi pada sektor-sektor tertentu.

Subsidi Angkutan Udara Masuk Opsi

Subsidi angkutan udara disebut Tito sebagai salah satu opsi yang layak dipertimbangkan. Alasannya, tarif penerbangan punya andil dalam pembentukan inflasi periode Nataru.

Usulan subsidi ini menambah daftar intervensi yang dibahas pemerintah menjelang akhir tahun, di samping bansos dan operasi pasar. Bagi pelaku industri penerbangan, arahan Tito menjadi sinyal bahwa tarif Nataru akan diawasi ketat.

Maskapai menghadapi dua tekanan sekaligus: permintaan yang naik dan permintaan pemerintah agar harga tiket tidak dilepas ke batas atas. Keputusan akhir soal tarif berada di ranah Kemenhub melalui koordinasi dengan para airline.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks