BESUSU TENGAH — Kepala Bidang SMA Disdik Sulteng, Abdul Rahim, menyatakan pihaknya telah mengeluarkan surat perintah kepada seluruh cabang dinas untuk meninjau kondisi wilayah masing-masing. Peninjauan itu bertujuan memperoleh gambaran terkini soal tingkat kerawanan cuaca yang berpotensi mengganggu pendidikan.
Koordinasi intensif dilakukan bersama Cabang Dinas Wilayah I, dengan melibatkan BMKG sebagai sumber informasi dan pertimbangan potensi cuaca berbahaya. Pemantauan mencakup perkembangan kondisi cuaca sekaligus kualitas udara di sejumlah wilayah.
Morowali dan Morowali Utara Sudah Ambil Langkah Awal
Abdul Rahim mengungkapkan, Kabupaten Morowali dan Morowali Utara sebelumnya telah meliburkan aktivitas sekolah. Kondisi daerah dinilai berbahaya sehingga langkah antisipatif diambil lebih dulu.
Kebijakan tersebut tetap disesuaikan dengan situasi lapangan dan kewenangan masing-masing daerah. "Kemarin kami sudah keluarkan surat perintah ke cabang dinas untuk meninjau ini ke semua cabang dinas," ujarnya.
Pembelajaran Jarak Jauh Jadi Opsi Lanjutan
Disdik Sulteng mempertimbangkan kemungkinan penerapan pembelajaran jarak jauh apabila cuaca dinilai tidak memungkinkan tatap muka. Keputusan akan mengacu pada hasil koordinasi bersama cabang dinas dan instansi terkait.
Menurut Abdul Rahim, keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas utama dalam menentukan kebijakan pendidikan di tengah potensi cuaca ekstrem. Koordinasi lintas instansi dan pemantauan berkala diharapkan membuat langkah yang diambil tepat sasaran.
"Kami menegaskan, keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas utama dalam menentukan kebijakan pendidikan di tengah potensi cuaca ekstrem. Melalui koordinasi lintas instansi dan pemantauan kondisi secara berkala, diharapkan langkah yang diambil dapat tepat sasaran sehingga kegiatan pendidikan tetap berlangsung dengan memperhatikan keamanan seluruh warga sekolah," tutupnya.
Dampak ke Warga Sekolah
Keputusan yang diambil Disdik Sulteng menyangkut aktivitas ribuan pelajar di jenjang SMA dan sederajat di bawah kewenangan provinsi. Cabang dinas diminta bergerak cepat memetakan wilayah rawan sebelum kondisi memburuk.
Pemantauan cuaca dan kualitas udara menjadi dasar utama sebelum kebijakan lanjutan diambil. Sekolah yang berada di zona rawan diminta bersiap mengikuti arahan cabang dinas setempat.