Pencarian

Pemkot Palu Catat 144 Kebakaran Lahan Januari-September 2026, Kelalaian Manusia Jadi Pemicu Utama

Minggu, 13 September 2026 • 11:47:01 WIB
Pemkot Palu Catat 144 Kebakaran Lahan Januari-September 2026, Kelalaian Manusia Jadi Pemicu Utama
Staf Ahli Wali Kota Palu Bidang Infrastruktur dan Lingkungan Moh. Fahri menyampaikan laporan 144 kebakaran lahan di Palu, Jumat.

Pemerintah Kota Palu mencatat 144 kejadian kebakaran lahan di wilayahnya sepanjang Januari hingga awal September 2026. Angka itu menjadi yang tertinggi dari total 322 insiden kebakaran yang terdata, atau setara 44,7 persen dari keseluruhan kasus. Kelalaian manusia disebut sebagai penyebab paling dominan.

PALU — Staf Ahli Wali Kota Palu Bidang Infrastruktur dan Lingkungan Moh. Fahri menyampaikan laporan tersebut di Palu, Jumat. Dari 322 insiden kebakaran yang tercatat, kebakaran lahan menyumbang porsi terbesar dengan 144 kejadian.

Menurut Fahri, tingginya angka kebakaran lahan menunjukkan persoalan keselamatan dari bahaya api tidak lagi berpusat pada kawasan permukiman. Persoalan ini berkaitan erat dengan tata ruang lingkungan terbuka, pengelolaan sampah, dan perilaku masyarakat.

Rumah dan Kabel SR Masuk Daftar Objek Terdampak

Selain lahan, laporan statistik mencatat sejumlah objek lain yang terdampak kebakaran. Rumah atau gedung menempati urutan kedua dengan 72 kejadian atau 22,4 persen.

Kategori lainnya tercatat 39 kejadian atau 12,1 persen. Kabel sambungan rumah (SR) menyusul dengan 32 kejadian atau 9,9 persen, sampah 26 kejadian atau 8,1 persen, dan tabung gas 9 kejadian atau 2,8 persen.

Membakar Sampah dan Lahan Jadi Penyebab Dominan

Dari aspek pemicu, faktor kelalaian manusia atau human error ditemukan sebagai penyebab paling dominan. Praktik pembakaran sampah di ruang terbuka dan pembersihan lahan dengan cara dibakar menjadi penyebab utama maraknya kasus kebakaran lahan.

Faktor lain yang berulang adalah membuang puntung rokok sembarangan serta minimnya pengawasan terhadap aktivitas penggunaan api di area terbuka.

"Faktor pemicu lain yang berulang mencakup korsleting atau gangguan instalasi listrik pada bangunan, serta kebocoran selang maupun regulator kompor gas LPG di rumah tangga," kata Fahri.

Dampak Asap hingga Ancaman ke Permukiman Padat

Fahri menegaskan kebakaran lahan berdampak sistemik. Kerugian material bukan satu-satunya persoalan yang muncul.

"Kebakaran lahan berdampak sistemik. Selain menimbulkan kerugian material, dampaknya meluas ke masalah kesehatan akibat asap, kerusakan vegetasi, hingga ancaman penjalaran api ke kawasan permukiman padat penduduk," ujarnya menegaskan.

Dampak kesehatan akibat asap menjadi perhatian tersendiri karena kebakaran lahan terjadi berulang dalam jumlah besar. Kerusakan vegetasi turut memperparah kondisi lingkungan terbuka di sekitar titik api.

Gerakan Pencegahan Pembakaran Terbuka Jadi Langkah Pemkot

Untuk menekan tingginya angka tersebut, Pemkot Palu menilai pentingnya menggalakkan Gerakan Pencegahan Pembakaran Terbuka secara terpadu. Pemerintah kota mengimbau warga menghentikan kebiasaan membakar sampah dan lahan secara sembarangan.

Warga juga diminta aktif memeriksa kelaikan jaringan listrik di permukiman masing-masing. Langkah itu dinilai dapat meminimalkan potensi timbulnya titik api baru.

Imbauan tersebut menyasar dua sumber pemicu yang paling sering berulang: aktivitas pembakaran terbuka dan gangguan instalasi listrik di rumah tangga.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks