BUOL — Pemerintah Kabupaten Buol tidak hanya mengandalkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam urusan mitigasi gempa. Wakil Bupati Moh Nasir Dj. Daimaroto secara khusus meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, dan kepala desa untuk turun langsung mengedukasi warga.
Edukasi Dimulai dari Forum Warga dan Sekolah
Nasir mendorong para pemimpin wilayah memanfaatkan forum-forum warga sebagai sarana sosialisasi langkah penyelamatan saat gempa terjadi. “Paling tidak mengetahui tempat perlindungan pertama saat terjadi gempa bumi sehingga semakin kecil risiko yang dihadapi,” kata Nasir di Buol, Kamis.
Dunia pendidikan juga menjadi sasaran utama. Pemerintah daerah mendorong penanaman pendidikan kebencanaan sejak usia dini di sekolah-sekolah. Hal ini dinilai krusial mengingat Sulawesi Tengah merupakan wilayah rawan gempa.
Kajian Komprehensif untuk Bangunan Tahan Gempa
Pemerintah daerah tidak hanya fokus pada edukasi jangka pendek. Nasir mengaku telah memerintahkan BPBD untuk segera menyusun kajian kebencanaan secara komprehensif. Kajian ini akan menjadi dasar penyusunan kebijakan, termasuk dalam merancang pembangunan infrastruktur yang lebih tahan gempa.
“Sebagian besar bangunan perkantoran pemerintah daerah sudah berusia hampir dua dekade sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus,” ujarnya. Dengan adanya kajian tersebut, setiap pembangunan gedung di Kabupaten Buol ke depan bisa mengacu pada standar bangunan tahan gempa guna meminimalisir risiko kerusakan.
Anggaran Penanggulangan Bencana Mulai 2027
Komitmen penguatan mitigasi juga diikuti dengan rencana penganggaran. Nasir menyebutkan pemerintah daerah akan memperkuat dukungan anggaran penanggulangan bencana mulai tahun 2027. Langkah ini mencakup pembentukan tim siaga bencana yang siap sedia selama 24 jam beserta dukungan logistik yang memadai.
“Langkah ini dapat mempercepat respons penanganan darurat sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat,” kata Nasir. Ia menekankan bahwa kesiapsiagaan merupakan pilihan terbaik sebelum bencana terjadi.