SULAWESI TENGAH — Keputusan ini diumumkan langsung oleh manajemen PT Persib Bandung Bermartabat pada akhir pekan lalu. Deputi CEO klub, Adhitia Putra Herawan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi sang pemain selama satu musim terakhir.
Kontribusi Lima Gol dan Sejarah Tiga Gelar Beruntun
Bergabung pada awal musim 2025/2026 dari FC Sion, Barba langsung menjadi pilar di lini belakang. Pengalamannya bermain di Eropa membuat proses adaptasinya berjalan cepat.
Sepanjang musim, pemain kelahiran Roma itu mencatatkan 28 penampilan di Liga Super Indonesia dan menyumbang lima gol. Ia juga tampil dalam tujuh pertandingan AFC Champions League Two, membantu Persib bersaing di kompetisi Asia.
Kehadirannya turut mengantarkan Persib meraih sejarah besar: gelar juara liga untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Barba dinilai tidak hanya berkontribusi di lapangan, tetapi juga membawa jiwa kepemimpinan yang memperkuat mental skuad.
Apresiasi Klub: Dedikasi dan Profesionalisme Tanpa Cela
Adhitia menegaskan bahwa meski hanya semusim membela Persib, Barba mampu menunjukkan kualitas permainan dan karakter yang kuat.
"Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan profesionalisme yang ditunjukkan Federico selama satu musim terakhir. Ia memberi dampak positif bagi tim dalam mencapai target musim ini," ujar Adhitia dalam pernyataan resmi.
Klub pun menyampaikan harapan terbaik untuk perjalanan karier Barba selanjutnya. Pihak manajemen menegaskan bahwa sang pemain akan selalu menjadi bagian dari sejarah perjalanan Persib yang penuh prestasi.
Apa Langkah Persib Selanjutnya di Lini Belakang?
Dengan hengkangnya Barba, Persib kini harus mencari pengganti di posisi bek tengah. Musim depan, Maung Bandung dipastikan akan kembali bersaing di Liga Super Indonesia dan kompetisi Asia.
Belum ada pengumuman resmi mengenai calon pengganti Barba. Namun, manajemen disebut sudah mulai memantau beberapa nama potensial dari dalam dan luar negeri untuk mengisi kekosongan di sektor pertahanan.