Pencarian

Cerita Mlatiwangi, UMKM Tas Serat Alam Semarang yang Tembus Pasar Amsterdam-Brunei Berkat LinkUMKM BRI

Sabtu, 13 Juni 2026 • 21:03:32 WIB
Cerita Mlatiwangi, UMKM Tas Serat Alam Semarang yang Tembus Pasar Amsterdam-Brunei Berkat LinkUMKM BRI
Yuli memulai usaha tas serat alam Mlatiwangi dari permintaan kerabat di Amsterdam.

SULAWESI TENGAH — Perjalanan Yuli memulai usaha ini justru berawal dari permintaan keluarga di Belanda. Seorang kerabat yang tinggal di Amsterdam meminta dibuatkan tas mukena. Saat itu, Yuli masih membeli produk jadi dari pihak lain. Namun, ia kemudian nekat mencari mitra penjahit dan mulai memproduksi sendiri.

Bahan baku yang digunakan pun unik: pandan, eceng gondok, goni, rotan, hingga pelepah pisang. “Awalnya saya membuat tempat atau tas mukena berdasarkan permintaan saudara di Amsterdam. Saat itu produk yang dijual masih berupa tas jadi, hingga akhirnya saya menemukan penjahit dan mulai memproduksi sendiri,” ujar Yuli.

Paduan Serat Alam dan Wastra Indonesia yang Laris di Pasar

Inovasi terbesar Mlatiwangi adalah memadukan anyaman serat alam dengan kain wastra Indonesia, seperti batik dan lurik. Produk yang paling diminati adalah dompet koin dan dompet kosmetik. Harganya terjangkau, desainnya unik, dan semuanya buatan tangan.

Yuli kemudian bergabung dengan ekosistem LinkUMKM melalui Rumah BUMN BRI. Lewat program itu, ia mendapatkan pendampingan usaha dan akses pemasaran. Salah satu dampak langsungnya: produk Mlatiwangi kini mengisi toko oleh-oleh Bandeng Juwana dan Bandara Jenderal Ahmad Yani di Semarang. Omzet pun meningkat signifikan.

Saat ini, pemasaran Mlatiwangi menjangkau Semarang, Jakarta, Medan, hingga Papua. Produknya juga pernah menembus ekspor ke Amsterdam pada 2017 dan Brunei Darussalam pada 2020. Yuli juga memanfaatkan layanan perbankan BRI seperti QRIS, mobile banking, dan tabungan untuk operasional usahanya.

LinkUMKM BRI: 16,46 Juta UMKM Sudah Tergabung

Platform LinkUMKM menjadi salah satu kunci percepatan UMKM naik kelas. Hingga April 2026, sebanyak 16,46 juta pelaku UMKM telah memanfaatkan platform ini. Fitur yang tersedia meliputi UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, hingga layanan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menilai perjalanan Mlatiwangi menunjukkan bagaimana bahan serat alam bisa menjadi peluang ekonomi bernilai tinggi. “Mlatiwangi membuktikan bahwa pemanfaatan bahan serat alam yang dipadukan dengan wastra Indonesia dapat menghasilkan produk yang unik dan bernilai tambah. Kemampuan menjaga kualitas produk sekaligus memanfaatkan peluang usaha menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing dan memperkuat keberlanjutan bisnis UMKM,” ujarnya.

BRI berkomitmen terus menghadirkan program pendampingan dan perluasan akses pasar bagi UMKM. Kisah Mlatiwangi menjadi contoh nyata bahwa UMKM lokal dengan bahan baku tradisional bisa bersaing di pasar global—asalkan difasilitasi dengan tepat.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks