SULAWESI TENGAH — Keputusan Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen pada 9 Juni lalu menjadi pemicu utama gelombang beli di bursa saham. Efeknya langsung terasa pada saham-saham perbankan pelat merah seperti BRI dan Mandiri yang mencatat volume akumulasi beli besar sejak awal sesi. Sektor pertambangan milik negara juga ikut melesat, mendorong IHSG menembus level yang sempat hilang dalam beberapa pekan terakhir.
Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menyebut dominasi saham BUMN dalam penguatan ini sebagai bukti nyata transformasi bisnis yang berjalan. "Ini adalah bukti nyata bahwa investor global maupun domestik menaruh kepercayaan penuh pada ketangguhan fundamental ekonomi Indonesia, khususnya pada portofolio BUMN kita," ujarnya di Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Konsolidasi Dasco hingga Pertemuan Tertutup di Senayan
Di balik penguatan pasar, ada rangkaian pertemuan intensif yang digagas Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad sejak 6 Juni. Dasco mempertemukan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur BI Perry Warjiyo, Mensesneg Prasetyo Hadi, dan pimpinan Komisi XI DPR dalam forum tertutup. Tiga hari kemudian, konsolidasi berlanjut dengan melibatkan jajaran Danantara, Himbara, BPJS, hingga perusahaan asuransi BUMN.
Mensesneg Prasetyo Hadi mengapresiasi langkah Dasco yang memfasilitasi ruang diskusi lintas lembaga. "Alhamdulillah, sesungguhnya fundamental ekonomi kita, khususnya dari sisi perbankan, sangat kuat," kata Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan. Ia juga berterima kasih kepada Dony Oskaria dan jajaran Himbara, Taspen, BPJS, serta INA yang terus berkoordinasi menjaga stabilitas.
Dampak ke Masyarakat: Harga Pokok Terkendali, Lapangan Kerja Baru
Dony Oskaria meyakinkan bahwa stabilitas pasar modal dan nilai tukar bukan sekadar angka di layar monitor. Menurutnya, iklim investasi yang stabil akan menjaga biaya kebutuhan pokok tetap terkendali dan membuka lapangan kerja baru. "Hilangkan keraguan, mari bersama-sama kita jaga optimisme," ungkapnya. BP BUMN bersama Danantara berkomitmen mengawal portofolio perusahaan negara agar tetap adaptif menghadapi gejolak ekonomi global.