Pencarian

PMI Banggai Latih 25 Relawan Manajemen Tanggap Darurat Bencana, Fokus pada Mitigasi dan Kecepatan Respons

Jumat, 12 Juni 2026 • 21:22:32 WIB
PMI Banggai Latih 25 Relawan Manajemen Tanggap Darurat Bencana, Fokus pada Mitigasi dan Kecepatan Respons
relawan PMI Banggai mengikuti pelatihan Manajemen Tanggap Darurat Bencana selama empat hari di Aula Asrama BKPSDM.

BANGGAI — Sebanyak 25 relawan dari utusan PMI Kecamatan se-Kabupaten Banggai, Korps Sukarela (KSR) Markas PMI, dan KSR perguruan tinggi di Kota Luwuk mengikuti pelatihan Manajemen Tanggap Darurat Bencana (MTDB). Kegiatan yang digelar di Aula Asrama BKPSDM ini berlangsung selama empat hari, mulai 11 hingga 14 Juni 2026.

Ketua PMI Kabupaten Banggai, Drs. H. Fuad Muid, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar seremonial. “Kami ingin mencetak generasi muda, khususnya relawan PMI, agar memiliki pengetahuan terkait mitigasi dan manajemen tanggap darurat bencana sehingga dapat berperan aktif pada saat terjadi bencana,” ujarnya.

Mengapa Pelatihan Ini Mendesak?

Kabupaten Banggai memiliki tingkat kerawanan bencana yang beragam. Kondisi geografis, perubahan iklim, serta dinamika lingkungan menjadi faktor yang mendorong peningkatan kesiapsiagaan secara berkelanjutan. Hal ini disampaikan Bupati Banggai melalui sambutan tertulis yang dibacakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Banggai, Faisal Karim.

“Kondisi geografis, perubahan iklim, serta dinamika lingkungan mengharuskan kita semua untuk meningkatkan kesiapsiagaan,” kata Faisal Karim membacakan sambutan Bupati.

Narasumber dari Berbagai Lembaga Kunci

Para peserta mendapatkan materi dari narasumber yang berkompeten di bidang kebencanaan dan kemanusiaan. Mereka antara lain Sekretaris PMI Sulawesi Tengah, Kepala Pos SAR Luwuk, Kepala BPBD Banggai, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, serta Kepala Kantor BMKG Banggai. Materi yang diberikan mencakup aspek mitigasi, koordinasi lapangan, hingga pelayanan kesehatan darurat.

Relawan Garda Terdepan yang Harus Profesional

Bupati Banggai dalam sambutannya menekankan bahwa relawan PMI merupakan garda terdepan dalam misi kemanusiaan. Menurutnya, kehadiran relawan yang terlatih akan sangat menentukan keberhasilan penanganan bencana, mulai dari tahap kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana. Penanggulangan bencana, lanjutnya, bukan tugas satu lembaga, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi dan solidaritas seluruh elemen masyarakat.

Pembukaan pelatihan turut dihadiri oleh Plt Kepala BPBD Banggai, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Plt Sekretaris BKPSDM, Sekretaris PMI Provinsi Sulawesi Tengah, serta perwakilan Pos SAR Luwuk.

PMI Kabupaten Banggai berharap melalui pelatihan ini, lahirlah relawan-relawan yang lebih siap, tangguh, dan profesional dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat saat terjadi kondisi darurat. **

Bagikan
Sumber: obormotindok.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks