MOROWALI — Minat dunia internasional terhadap model pengelolaan kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus meningkat. Kali ini, delegasi dari Zimbabwe Investment Development Agency (ZIDA) menyambangi kawasan industri berbasis nikel di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, untuk menyerap ilmu tentang tata kelola investasi dan hilirisasi mineral.
Apa yang Dicari Zimbabwe dari IMIP?
Delegasi ZIDA yang dipimpin Kepala Pengembangan Bisnis Noel Mahombera tidak sekadar melihat pabrik. Mereka meninjau sejumlah fasilitas penunjang utama, mulai dari area pelabuhan (jetty), bandara, fasilitas produksi, hingga Politeknik Industri Logam Morowali yang menjadi institusi pendidikan vokasi di kawasan tersebut.
“ZIDA ingin memahami bagaimana sistem kerja sama dan investasi yang terjalin antara Indonesia dan China di IMIP. Kami melihat peluang besar untuk mengadaptasi model ini dalam membangun industri nasional Zimbabwe,” ujar Noel saat penyambutan oleh manajemen IMIP.
Lima Hari Mempelajari Rantai Pasok hingga Logistik Ekspor
Selama studi banding, delegasi menggali sejumlah aspek teknis. Mulai dari kapasitas logistik, struktur pendanaan fasilitas penunjang, hingga pengelolaan sumber daya manusia. Menurut Noel, kesuksesan model bisnis IMIP sangat relevan untuk memberi nilai tambah mineral dan memperkuat sektor baja di negaranya.
Adapun delegasi yang hadir terdiri dari Robin Musonza (Research Manager), Pardon Nyandoro (Investment Manager Bidang Ekonomi), Davison Vandira (Investment Manager Bidang Persiapan dan Pembangunan), serta Nyasha Makuni (Analis Investasi). Mereka didampingi perwakilan Kementerian Luar Negeri RI dan Kedutaan Besar RI di Harare.
Dampak bagi Hubungan Bilateral Indonesia-Zimbabwe
Kunjungan ini membuka peluang kerja sama baru di sektor pertambangan antara Indonesia dan Zimbabwe. Langkah tersebut sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis industrialisasi di Benua Afrika, terutama di tengah persaingan global memperebutkan critical minerals atau mineral kritis.
Antusiasme delegasi terlihat dari berbagai pertanyaan teknis yang diajukan, mulai dari sistem logistik ekspor hingga fasilitasi investasi. IMIP sendiri telah menjadi destinasi rujukan global dalam pengelolaan kawasan industri berbasis sumber daya mineral.