PALU — Disperindag Sulawesi Tengah tengah menyiapkan strategi promosi kuliner lokal yang lebih masif dengan menggandeng IKM unggulan di daerah. Dua produk yang menjadi andalan dalam rencana ini adalah bawang goreng khas Palu yang telah dikenal luas serta Kaledo Frozen, inovasi dari kuliner khas kaki sapi yang dikemas dalam bentuk beku. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar produk lokal hingga ke luar provinsi.
Dua IKM Unggulan Jadi Andalan Promosi
Bawang goreng khas Palu selama ini telah menjadi salah satu oleh-oleh favorit yang identik dengan Sulawesi Tengah. Sementara itu, Kaledo Frozen hadir sebagai solusi bagi pecinta kuliner tradisional yang ingin menikmati hidangan kapan saja tanpa harus mengunjungi rumah makan. Disperindag menilai kedua produk ini memiliki potensi besar untuk dipromosikan secara lebih agresif.
“Kami ingin produk IKM lokal tidak hanya dikenal di pasar tradisional, tetapi juga menembus pasar modern dan platform digital,” ujar Kepala Disperindag Sulteng, dalam keterangan yang diterima baru-baru ini.
Dukungan Pemerintah untuk IKM Lokal
Disperindag Sulteng berkomitmen memberikan pendampingan teknis dan akses promosi bagi para pelaku IKM. Tidak hanya sekadar pameran, pemerintah daerah juga akan memfasilitasi pelaku usaha untuk mengikuti event kuliner berskala nasional. Dukungan ini mencakup standarisasi kemasan dan perizinan produk agar lebih kompetitif.
Fakta Singkat: Potensi IKM Kuliner Sulteng
- Bawang goreng Palu telah menembus pasar e-commerce dan menjadi salah satu produk unggulan UMKM di Sulawesi Tengah.
- Kaledo Frozen merupakan inovasi dari kuliner tradisional khas Sulteng yang dikemas dalam bentuk beku untuk memperpanjang masa simpan.
- Disperindag menargetkan peningkatan omzet IKM binaan hingga 20 persen melalui program promosi terpadu tahun ini.
Target Ekspansi ke Pasar Luar Daerah
Promosi kuliner lokal ini tidak hanya berhenti di lingkup provinsi. Disperindag menargetkan produk IKM unggulan dapat dikenal di kota-kota besar seperti Makassar, Surabaya, hingga Jakarta. Kolaborasi dengan platform digital dan marketplace juga tengah dijajaki untuk mempercepat distribusi.
“Kami optimistis dengan potensi yang ada. Produk lokal kita punya ciri khas yang tidak dimiliki daerah lain. Tinggal bagaimana cara mengemas dan memasarkannya dengan tepat,” tambahnya.