Pencarian

Polda Sulsel Tangkap Dua Kapal Penyalahguna BBM Subsidi, Pertamina Apresiasi Pengawasan Distribusi

Rabu, 03 Juni 2026 • 14:37:31 WIB
Polda Sulsel Tangkap Dua Kapal Penyalahguna BBM Subsidi, Pertamina Apresiasi Pengawasan Distribusi
Dua kapal pengangkut BBM subsidi ilegal diamankan Polda Sulsel dalam operasi pengawasan distribusi.

MAKASSAR — Dua kapal bermuatan BBM subsidi kini diamankan jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel. Penangkapan ini menjadi bukti penguatan pengawasan terhadap distribusi BBM yang kerap bocor ke tangan tidak berhak.

PT Pertamina Patra Niaga langsung mengapresiasi langkah tegas aparat. Perusahaan pelat merah itu menilai penindakan serupa perlu terus digalakkan untuk menjaga agar subsidi tepat sasaran.

Modus Pengangkutan BBM Subsidi Secara Ilegal

Kedua kapal yang ditangkap diduga mengangkut BBM jenis solar bersubsidi dalam jumlah besar. Modus yang kerap terjadi adalah pengangkutan tanpa dokumen resmi atau menggunakan dokumen palsu untuk mengelabui petugas di pelabuhan.

BBM bersubsidi yang seharusnya dinikmati nelayan kecil dan petani justru dialihkan ke industri atau dijual kembali dengan harga lebih tinggi. Praktik ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mengganggu pasokan di daerah.

Pertamina: Penindakan Kunci Jaga Ketepatan Subsidi

Pertamina melalui pernyataan resminya menyebut bahwa pengawasan distribusi merupakan tanggung jawab bersama. Pihaknya berkomitmen memperkuat koordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait di seluruh Indonesia.

"Kami sangat mengapresiasi langkah Polda Sulsel yang mengungkap dugaan penyalahgunaan BBM subsidi. Ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat pengawasan distribusi," demikian bunyi pernyataan resmi Pertamina yang diterima redaksi.

Fakta Singkat Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi di Sulsel

  • Dua kapal diamankan oleh Ditreskrimsus Polda Sulsel dalam operasi pengawasan distribusi BBM.
  • BBM subsidi jenis solar menjadi komoditas yang paling sering disalahgunakan karena selisih harga dengan BBM non-subsidi mencapai Rp 5.000-Rp 6.000 per liter.
  • Pertamina menyatakan dukungan penuh terhadap penindakan hukum dan penguatan sistem distribusi tertutup.

Dampak Penyalahgunaan terhadap Nelayan dan Petani

Setiap liter BBM subsidi yang bocor ke industri berarti mengurangi jatah nelayan dan petani di daerah. Di Sulsel, ribuan nelayan tradisional masih bergantung pada solar bersubsidi untuk melaut setiap hari.

Praktik ilegal ini juga memicu kelangkaan di beberapa titik. Harga solar di tingkat pengecer kerap melonjak dua kali lipat ketika pasokan resmi tersendat akibat ulah oknum.

Langkah Lanjutan: Pengawasan Diperketat di Pelabuhan

Polda Sulsel bersama Pertamina berencana memperketat pemeriksaan di pelabuhan-pelabuhan kecil yang kerap menjadi titik transit BBM ilegal. Sistem digitalisasi distribusi juga tengah diuji coba untuk memantau pergerakan BBM secara real-time.

Penindakan terhadap dua kapal ini menjadi peringatan bagi pelaku lain. Aparat memastikan operasi serupa akan terus digelar secara berkala.

Bagikan
Sumber: radarpalu.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks