SULAWESI TENGAH — Prancis Terbuka memastikan akan menjatuhkan denda "signifikan" kepada Adolfo Daniel Vallejo. Petenis berusia 22 tahun itu dinyatakan melanggar aturan usai melontarkan pernyataan seksis tentang wasit perempuan asal Brasil, Ana Carvalho. Insiden terjadi pasca pertandingan babak kedua, Kamis (30/5) waktu setempat.
"Wasit Wanita Tak Punya Nyali" — Pemicu Kemarahan
Masalah bermula saat Vallejo kalah dari petenis remaja Prancis, Moise Kouame, dalam laga sengit lima set 6-3, 7-5, 2-6, 2-6, 7-6 (10-8) di Court Suzanne-Lenglen. Pertandingan berlangsung hampir lima jam, dipenuhi dukungan vokal penonton tuan rumah untuk Kouame yang masih berusia 17 tahun.
Usai laga, Vallejo meluapkan kekesalannya kepada media. Ia menilai wasit Carvalho gagal mengendalikan penonton yang dianggapnya "menjengkelkan" dan "tidak sopan". Puncaknya, ia secara gamblang menyebut wasit wanita tidak memiliki "nyali" untuk menghadapi situasi seperti itu.
"Saya pikir pertandingan seperti ini seharusnya dipimpin oleh pria. Sulit bagi wanita untuk melakukannya karena penonton sangat menjengkelkan dan Anda butuh banyak keberanian untuk melawan mereka," ujar Vallejo dalam wawancara yang diverifikasi BBC Sport.
FFT Bereaksi Keras, Denda Hingga Rp1,6 Miliar Mengintai
Federasi Tenis Prancis (FFT) langsung bereaksi. Dalam pernyataan resmi, penyelenggara turnamen menegaskan "sangat mengutuk semua pernyataan seksis". Mereka menekankan kompetensi wasit tidak ditentukan oleh gender, melainkan profesionalisme dan kemampuan memimpin di level tertinggi.
"Hasil dari sebuah pertandingan, baik positif maupun negatif, tidak pernah bisa membenarkan atau memaafkan pernyataan seperti itu," tambah pernyataan FFT.
Berdasarkan aturan Grand Slam, Vallejo terancam denda hingga 100.000 dolar AS (sekitar Rp1,6 miliar) karena perilaku tidak sportif. Aturan tersebut mewajibkan pemain untuk bersikap sportif dan menghormati otoritas ofisial serta hak lawan dan penonton.
Pembelaan di Media Sosial: Dibilang Diambil di Luar Konteks
Menghadapi badai kritik, Vallejo mencoba membela diri melalui akun media sosial X. Ia mengklaim pernyataannya telah "diambil di luar konteks" dan hanya merujuk secara spesifik kepada wasit Carvalho, bukan kepada semua wasit wanita.
Prancis Terbuka menegaskan kembali dukungan penuh kepada wasit Ana Carvalho dan seluruh ofisial turnamen. "Turnamen ini sangat mengutuk semua pernyataan seksis, tidak peduli siapa yang membuatnya," demikian bunyi pernyataan resmi penyelenggara.