Pencarian

Dapur MBG di Pulau Wakai Sulawesi Tengah Sudah Dibangun, Warga Masih Keluhkan Listrik Belum 24 Jam

Jumat, 29 Mei 2026 • 19:03:57 WIB
Dapur MBG di Pulau Wakai Sulawesi Tengah Sudah Dibangun, Warga Masih Keluhkan Listrik Belum 24 Jam
Dapur MBG di Desa Bambu, Pulau Wakai, telah dibangun namun pasokan listrik belum menyala 24 jam.

SULAWESI TENGAHTOJO UNA-UNA — Pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pulau Wakai, tepatnya di Desa Bambu, Kecamatan Ulubongka, menjadi salah satu dari lima titik yang direalisasikan di wilayah tersebut. Namun, warga setempat mengeluhkan pasokan listrik yang belum menyala 24 jam penuh. Padahal, keberadaan dapur MBG membutuhkan aliran listrik yang stabil untuk mengolah dan menyimpan bahan makanan.

Lima Titik Dapur MBG di Ulubongka, Satu di Pulau Tanpa Listrik Penuh

Pemerintah daerah melalui Badan Gizi Nasional menetapkan lima lokasi pembangunan dapur MBG di Kecamatan Ulubongka. Desa Bambu di Pulau Wakai menjadi salah satu titik yang dipilih. Namun, infrastruktur kelistrikan di desa ini belum merata, berbeda dengan empat titik lainnya yang berada di daratan utama Sulawesi.

Warga berharap pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik dapur, tetapi juga memastikan utilitas pendukung seperti listrik tersedia. "Kalau listrik mati bergilir, masak untuk ratusan anak bisa terlambat," ujar seorang perangkat desa setempat kepada wartawan, pekan lalu.

Warga: Listrik Padam Bergilir, Aktivitas Dapur Terhambat

Keluhan warga bukan tanpa alasan. Pasokan listrik di Desa Bambu masih bergantung pada pembangkit diesel yang hanya menyala pada jam-jam tertentu. Pada malam hari, pemadaman sering terjadi tanpa jadwal pasti. Kondisi ini dikhawatirkan mengganggu proses produksi makanan di dapur MBG yang seharusnya berjalan setiap pagi.

Seorang ibu rumah tangga di Desa Bambu mengaku khawatir jika dapur MBG tidak bisa beroperasi maksimal. "Anak-anak butuh makan siang bergizi. Tapi kalau listrik mati, bagaimana kami bisa menyimpan sayur dan lauk?" katanya.

Pemkab Tojo Una-Una Diminta Prioritaskan Infrastruktur Listrik

Program MBG merupakan inisiatif nasional untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah. Namun, efektivitasnya di daerah terpencil seperti Pulau Wakai sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur dasar. Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una diharapkan segera berkoordinasi dengan PLN untuk memperluas jaringan listrik hingga ke desa-desa pesisir.

Belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemkab Tojo Una-Una terkait keluhan warga Desa Bambu. Warga berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada peresmian dapur MBG, tetapi juga menjamin kelancaran operasionalnya melalui pasokan listrik yang andal.

  • Fakta Singkat:
  • Lima titik dapur MBG dibangun di Kecamatan Ulubongka, Tojo Una-Una.
  • Desa Bambu di Pulau Wakai menjadi satu-satunya titik di wilayah kepulauan.
  • Pasokan listrik di desa tersebut belum menyala 24 jam, hanya mengandalkan diesel.
  • Warga mengeluhkan pemadaman bergilir yang mengganggu aktivitas dapur.

Keberadaan dapur MBG di Pulau Wakai menjadi ujian bagi pemerintah daerah dalam menyediakan infrastruktur pendukung yang setara. Jika tidak segera diatasi, program makan bergizi gratis berisiko tidak berjalan optimal di wilayah terluar Kabupaten Tojo Una-Una.

Bagikan
Sumber: radarpalu.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks