Pencarian

SeaBank Raup Laba Bersih Rp375,6 Miliar di Kuartal I 2026, Melonjak 288 Persen

Jumat, 22 Mei 2026 • 10:00:13 WIB
SeaBank Raup Laba Bersih Rp375,6 Miliar di Kuartal I 2026, Melonjak 288 Persen
SeaBank catat laba bersih Rp375,6 miliar pada kuartal I 2026, naik 288 persen.

SULAWESI TENGAH — PT Bank Seabank Indonesia mencatatkan lonjakan laba bersih yang signifikan di awal tahun ini. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Kamis (21/5), bank digital tersebut mengantongi laba bersih setelah pajak sebesar Rp375,6 miliar hingga Maret 2026.

Direktur Utama SeaBank Indonesia Sasmaya Tuhuleley menyebut capaian ini sebagai bukti ketangguhan model bisnis bank digital. "Kami akan terus menjaga momentum ini dengan menghadirkan teknologi layanan keuangan, demi menciptakan akses yang lebih luas bagi setiap lapisan masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi.

Total Aset Tembus Rp49,7 Triliun, Ditopang Kredit dan Likuiditas

Kinerja positif SeaBank tercermin dari pertumbuhan aset yang mencapai Rp49,7 triliun pada kuartal I 2026. Angka ini naik 33 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari posisi Rp37,4 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Ekspansi penyaluran kredit menjadi motor utama pertumbuhan aset. Hingga Maret 2026, SeaBank menyalurkan kredit sebesar Rp34,80 triliun, tumbuh 40,83 persen dari Rp24,71 triliun pada kuartal I 2025. Penyaluran kredit difokuskan pada segmen retail individual melalui produk direct lending dan kerja sama strategis dengan perusahaan pembiayaan (multifinance) serta mitra lending partner.

Meskipun agresif menyalurkan kredit, SeaBank tetap menjaga kualitas aset. Rasio Non-Performing Loan Gross (NPL Gross) tercatat terkendali di angka 1,56 persen.

Dana Pihak Ketiga Tumbuh 44,58 Persen, Didominasi Dana Murah

Dari sisi pendanaan, SeaBank berhasil mengumpulkan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp39,1 triliun per Maret 2026. Angka ini melesat 44,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp27 triliun.

Struktur DPK SeaBank tergolong sehat dengan dominasi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) yang mencapai 69,10 persen dari total DPK. Komposisi ini menekan biaya dana (cost of fund) dan mendukung profitabilitas bank.

SeaBank juga memastikan kecukupan modal yang kuat untuk mendukung rencana pertumbuhan jangka panjang. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat sebesar 21,88 persen di akhir kuartal I 2026, jauh di atas ambang batas minimum yang ditetapkan regulator.

"Kinerja SeaBank di awal 2026 adalah bukti nyata bahwa bank digital dapat tumbuh pesat sekaligus tetap pruden. Setiap angka dalam laporan keuangan ini merepresentasikan kepercayaan nasabah yang kami jaga," pungkas Sasmaya.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks