BANGGAI — Bantuan diserahkan di sela-sela sosialisasi peningkatan kapasitas pengelolaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) serta bimbingan teknis aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) di Kecamatan Bualemo. Hariadi Bola memimpin tim bersama Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Ronal Rizal Pudje dan didampingi Kepala Desa Pangkalasean Fadli Ishang.
Sasaran Bantuan: Lansia Sebatang Kara hingga Warga Sakit
Bantuan menyasar warga lanjut usia yang hidup tanpa pendamping, penyandang disabilitas, serta lansia yang sedang mengalami gangguan kesehatan. Sembako diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari kelompok tersebut.
Kunjungan lapangan juga dimanfaatkan tim untuk melihat langsung kondisi kehidupan warga. Bagi lansia yang tinggal seorang diri, kehadiran petugas membuka ruang bagi pemerintah mengetahui kebutuhan yang perlu ditangani lebih lanjut.
Pemdes dan Pendamping PKH Diminta Aktif Identifikasi Warga
Hariadi Bola menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dalam mengidentifikasi warga yang membutuhkan perhatian dan bantuan sosial. Menurutnya, lansia tanpa pendamping, penyandang disabilitas, dan warga lanjut usia yang sakit perlu perhatian khusus agar kebutuhan mereka teridentifikasi dan ditindaklanjuti.
Ia mendorong pemerintah desa dan kecamatan lebih aktif memantau kondisi masyarakat di wilayah masing-masing. Jika ditemukan warga yang membutuhkan penanganan sosial, informasi diminta segera disampaikan ke Dinas Sosial melalui koordinasi dengan pendamping PKH.
Langkah itu dinilai perlu agar pelayanan sosial menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik maupun kesulitan mengakses pelayanan pemerintah.
Koordinasi Lintas Tingkat Jadi Kunci Penyaluran Tepat Sasaran
Penyaluran sembako menjadi bagian dari upaya Pemkab Banggai melalui Dinas Sosial memperkuat pelayanan sosial yang responsif dan tepat sasaran. Perhatian terhadap masyarakat rentan tidak hanya soal pemenuhan kebutuhan pokok, tetapi juga memastikan mereka tetap terjangkau oleh pelayanan pemerintah.
Dinas Sosial Kabupaten Banggai mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan pendamping sosial. Upaya itu diharapkan membuat penyaluran bantuan sosial lebih terarah dan warga rentan tidak luput dari pendataan maupun pelayanan.