ULUBONGKA — Kebakaran lahan di Desa Cempa pertama kali diketahui sekitar pukul 00.11 WITA oleh warga yang melintas di sekitar lokasi. Informasi itu disampaikan kepada Bhabinkamtibmas Desa Cempa Aipda Rianto, lalu diteruskan ke piket Polsek Ulubongka.
Kapolsek Ulubongka Iptu Muhajir Wonti menyatakan personel piket langsung bergerak ke lokasi begitu laporan diterima. Pihaknya kemudian berkoordinasi dengan Damkar Kabupaten Touna untuk mempercepat pemadaman.
Api Berhasil Dipadamkan Sekitar Pukul 02.30 WITA
Satu unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Berkat upaya bersama, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.30 WITA atau sekitar dua jam setelah pertama kali terlihat.
Kebakaran menghanguskan sekitar 0,5 hektare lahan yang ditumbuhi pohon dan semak-semak kering. Kondisi vegetasi yang kering membuat api mudah membesar dan menyebar.
Lokasi kebakaran berjarak sekitar 600 meter dari permukiman warga. Jarak itu disebut menjadi salah satu faktor yang membuat dampak ke permukiman bisa dihindari.
Puntung Rokok Diduga Jadi Sumber Api, Polisi Masih Mendalami
Terkait sumber api, Kapolsek menyebut berdasarkan informasi awal di lapangan, api diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang masyarakat yang melintas di sekitar lokasi.
"Kami masih melakukan pendalaman terkait sumber api. Untuk sementara, penyebabnya masih berupa dugaan," jelas Muhajir.
Polsek Ulubongka belum menyimpulkan penyebab pasti kebakaran. Pendalaman masih berjalan untuk memastikan apakah dugaan puntung rokok itu benar menjadi pemicu.
Warga Diminta Waspadai Pembakaran Lahan Musim Kering
Kejadian ini jadi pengingat bagi warga Kecamatan Ulubongka dan sekitarnya soal risiko kebakaran lahan, terutama di area yang ditumbuhi semak kering. Lahan kosong di belakang gudang dan area perkebunan kerap jadi titik rawan saat musim kemarau.
Polsek Ulubongka bersama Damkar Kabupaten Touna bergerak cepat menangani kejadian ini sejak laporan masuk dini hari. Koordinasi antara Bhabinkamtibmas, piket Polsek, dan petugas Damkar berjalan singkat sehingga api tidak meluas ke area permukiman.
Belum ada laporan korban jiwa maupun kerugian materiil dalam kejadian tersebut. Warga di sekitar lokasi diminta tetap waspada terhadap potensi kebakaran lahan susulan, terutama saat kondisi cuaca kering.