SULAWESI TENGAH — Kampung Ceria Batik Tin Gundih kini menjadi salah satu titik yang memperkenalkan batik Surabaya kepada pengunjung. Lurah Gundih, Christiono, menyebut wisatawan mancanegara pernah datang langsung untuk belajar membatik di sana.
Belajar Membatik Langsung dari Perajin Kampung
Pengunjung Batik Tin Gundih tidak hanya melihat galeri atau membeli produk jadi. Mereka dilibatkan dalam proses membatik, mulai dari mengenal motif hingga mencoba membuat karya sendiri bersama para pelaku UMKM setempat.
Model wisata edukasi ini membuat pengetahuan soal motif, proses produksi, dan nilai budaya di balik batik tetap hidup di lingkungan kampung. Anak-anak, warga sekitar, dan wisatawan bisa melihat langsung bagaimana selembar kain dikerjakan.
Ketua Batik Tin Gundih, Purwanti, mengatakan usaha ini lahir dari keinginan para perempuan untuk berdaya tanpa harus meninggalkan rumah.
"Batik Tin Gundih dibangun dari mimpi sederhana para perempuan hebat yang ingin membantu ekonomi keluarga, melestarikan budaya, sekaligus membuktikan bahwa perempuan mampu berdaya dari rumah. Melalui tema Women Support Women, kami merasakan bagaimana mimpi tersebut mendapatkan dukungan nyata dari PLN," ungkap Purwanti.
Fasilitas Galeri dan Peralatan Baru dari Program TJSL
Pengembangan sarana Batik Tin Gundih mendapat dukungan PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program itu dikemas dalam Srikandi Movement "Women Support Women" dan dilaksanakan pada Kamis (10/9/2026).
Bentuk dukungannya mencakup perbaikan fasilitas galeri, sarana prasarana penunjang, serta peralatan membatik dan menjahit berbasis elektrik. Peralatan tersebut dipakai untuk menunjang kapasitas produksi sekaligus kegiatan wisata edukasi.
Senior Manager Perencanaan PLN UIT JBM sekaligus Champion Srikandi, Titi Murdiyati, menyatakan dukungan ini bagian dari upaya mendorong kemandirian perempuan.
"Melalui program Srikandi Movement Women Support Women, PLN ingin mendorong perempuan agar semakin berdaya, mandiri, dan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki. Batik Tin Gundih memiliki potensi besar, tidak hanya dalam menghasilkan produk batik, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan pelestarian budaya bagi generasi muda," ujarnya.
Apa yang Bisa Dilakukan Pengunjung
- Mengikuti kegiatan membatik bersama perajin Batik Tin Gundih
- Melihat proses produksi batik dari awal hingga jadi
- Mengenal motif dan nilai budaya di balik setiap karya
- Membeli produk batik hasil UMKM Kampung Ceria
- Berfoto dan menyusuri kawasan kampung batik di Bubutan
Christiono menambahkan, pembenahan fasilitas membuat pengunjung yang datang untuk belajar membatik merasa lebih nyaman. "Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan TJSL PLN UIT JBM. Bantuan ini sangat berarti untuk mengembangkan dan melengkapi berbagai aspek di Batik Tin Gundih, sehingga wisatawan yang datang untuk berkunjung maupun belajar membatik dapat merasa lebih nyaman," ujarnya.
Cara Menuju dan Tips Berkunjung
Batik Tin Gundih berada di Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Surabaya. Kawasan ini dapat dijangkau dari pusat kota Surabaya dengan kendaraan pribadi maupun transportasi online. Untuk jam operasional, harga paket membatik, dan jadwal kunjungan rombongan, informasi terkini dapat dikonfirmasi langsung ke pengelola Batik Tin Gundih atau dinas pariwisata setempat.
Karena kegiatan membatik dilakukan bersama perajin, sebaiknya pengunjung menghubungi pengelola lebih dulu sebelum datang, terutama untuk rombongan sekolah atau komunitas. Datang pada pagi hingga siang hari memberi waktu lebih leluasa untuk mencoba proses membatik.
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, berharap program TJSL mendorong kesejahteraan dan kemandirian ekonomi warga sekitar. "PLN berharap bantuan TJSL ini dapat dikelola dan dimanfaatkan secara optimal serta berkelanjutan, sehingga semakin banyak masyarakat, khususnya perempuan dan generasi muda, yang mendapatkan manfaat," kata Ika.
Durasi kunjungan ideal sekitar dua hingga tiga jam jika ingin mencoba membatik sekaligus melihat proses produksi. Bagi wisatawan yang mencari kegiatan edukatif di Surabaya, kampung batik di Bubutan ini menawarkan pengalaman belajar budaya yang berlangsung di tengah kehidupan warga.