PALU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan seluruh desa di wilayahnya masuk jaringan listrik PLN pada 2028. Namun, sampai saat ini masih ada 113 titik yang belum teraliri listrik, tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Gubernur Sulteng Anwar Hafid mengatakan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PLN telah sepakat membangun jaringan listrik untuk 113 titik tersebut. Bagi daerah yang sulit dijangkau kabel PLN, pembangkit listrik tenaga surya menjadi alternatif utama.
Peran Camat dan Kades dalam Pemetaan Wilayah
Anwar meminta para camat dan kepala desa memetakan lokasi yang masih gelap dan belum teraliri listrik di wilayahnya. Data hasil pemetaan itu nantinya diusulkan ke Pemprov Sulteng untuk ditindaklanjuti lewat skema program BERANI Menyala.
"Semoga tidak ada lagi desa di Sulteng yang tidak masuk jaringan PLN," ujar Anwar di hadapan para camat dan kades.
Selain memetakan titik gelap, pemerintah daerah juga diminta menyiapkan lahan untuk pembangunan panel surya. Hal ini menyusul kesepakatan dengan pemerintah pusat yang menjadikan listrik tenaga surya sebagai solusi bagi wilayah yang sulit dijangkau jaringan kabel.
"Saya sudah bicara di forum pusat dan kami siap menanggung tanahnya," kata Anwar setelah bertemu Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
751 Unit PJUTS Dipasang Tahun Ini
Dinas ESDM Sulteng pada tahun ini akan memasang 751 unit penerangan jalan umum tenaga surya di seluruh kabupaten/kota. Kapasitas tiap unit bervariasi, mulai dari 100 hingga 300 watt peak.
Pemasangan PJUTS ini menjadi bagian dari upaya memperluas penerangan di wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik konvensional. Semakin banyak wilayah terang, semakin kecil potensi gangguan keamanan.
"Kalau mau kriminalitas turun maka terangi wilayah kita," imbuh Anwar.
Target Tuntas 2028 di Tengah Efisiensi Anggaran
Gubernur memastikan seluruh program BERANI tetap berjalan lancar meski pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran. Ia meminta camat dan kepala desa terus bersinergi agar target seluruh wilayah Sulteng teraliri listrik pada 2028 tercapai.
"Insyaallah Sulteng tuntas 2028," pungkasnya.
Kepala Dinas ESDM Sulteng Arfan turut mendampingi gubernur pada pembukaan rakor tersebut.