Pencarian

BMKG Catat Tsunami 0,94 Meter di Maurole-Ende, Warga Pesisir Diminta Tetap Waspada

Sabtu, 15 Agustus 2026 • 09:15:01 WIB
BMKG Catat Tsunami 0,94 Meter di Maurole-Ende, Warga Pesisir Diminta Tetap Waspada
BMKG mencatat tsunami setinggi 0,94 meter di Maurole, Ende, NTT, pasca-gempa magnitudo 7,7 di Nagekeo.

SULAWESI TENGAH — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gelombang tsunami telah terdeteksi di sejumlah wilayah pesisir setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi.

Berdasarkan data resmi BMKG yang diunggah melalui akun X-nya, ketinggian gelombang tertinggi tercatat di Maurole, Kabupaten Ende, mencapai 0,94 meter. Adapun dua lokasi lain yang terdeteksi berada di luar NTT, yakni Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, dan Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Ketinggian Gelombang dan Waktu Deteksi di Tiga Wilayah

BMKG merilis catatan waktu deteksi tsunami di masing-masing lokasi. Di Kota Baubau, gelombang setinggi 0,30 meter terpantau pada pukul 05.47 WIB. Sekitar sebelas menit berselang, pukul 05.58 WIB, sensor di Bulukumba mencatat kenaikan muka air laut mencapai 0,54 meter.

“Tsunami akibat Gempa Mag:7.7 SR, telah terdeteksi di Baubau (05:47 WIB) 0.30 m, BuluKumba (05:58 WIB) 0.54 m,” demikian pernyataan resmi BMKG melalui kanal media sosialnya.

Dampak Gempa di Daratan NTT dan Sekitarnya

Guncangan utama yang berpusat di daratan Nagekeo ini tidak hanya memicu peringatan dini tsunami. Laporan awal yang dihimpun dari lapangan menyebutkan guncangan keras turut merusak sejumlah bangunan rumah warga di Kabupaten Manggarai Timur, dengan beberapa di antaranya dilaporkan ambruk.

Di Kabupaten Sikka, dampak gempa dilaporkan lebih fatal. Dua orang warga dikabarkan meninggal dunia akibat peristiwa ini. Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih melakukan pendataan menyeluruh terhadap kerusakan infrastruktur dan jumlah korban jiwa di wilayah terdampak.

Rangkaian Guncangan yang Menyusul Gempa Utama

Setelah gempa utama berkekuatan M 7,7, BMKG mencatat adanya rangkaian aktivitas seismik susulan di wilayah NTT. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, informasi mengenai status peringatan dini tsunami terbaru masih terus dipantau oleh otoritas terkait.

Masyarakat di pesisir pantai yang sebelumnya sempat mengungsi ke tempat lebih tinggi diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gelombang susulan. Kendati ketinggian yang terekam masih di bawah satu meter, arus laut pasca-tsunami dapat berbahaya bagi aktivitas pelayaran dan nelayan.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks