BANGGAI — Sebanyak 11 penari dari Komunitas Seni Rompong (KSR) Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, akan mewakili Indonesia dalam ajang Color International Folk Art- Color of Buddhist Lent 2026 di Thailand. Festival yang berlangsung pada 26-31 Juli 2026 ini akan digelar di tiga kota, yakni Bangkok, Ayutthaya, dan Pattaya.
Keikutsertaan KSR Luwuk menjadi satu-satunya delegasi dari Indonesia dalam festival yang diikuti empat negara: Indonesia, Thailand, India, dan Sri Lanka. Para penari akan membawakan tiga materi penampilan, yaitu Tari Etnis Nusantara, Tari Gepe-gepe, dan Tari Saulu Kape.
Tiga Tarian yang Dibawa ke Panggung Internasional
Direktur Komunitas Seni Rompong Banggai, Subrata Kalape, menjelaskan bahwa Tari Etnis Nusantara yang akan ditampilkan merupakan rangkaian tarian dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari Batak, Padang, Aceh, Melayu, Kalimantan, hingga tarian khas Saluan dan Balantak dari Banggai.
"Dua tarian lainnya, Gepe-gepe dan Saulu Kape, merupakan tarian tradisional khas daerah kami," ujar Subrata, Selasa (28/7/2026).
Selain pertunjukan seni, para peserta juga akan mengikuti parade budaya, kunjungan wisata, serta forum pertukaran budaya dengan seniman dari negara-negara sahabat.
Jadwal Padat di Tiga Kota Thailand
Rangkaian acara dimulai pada 26 Juli 2026 dengan kedatangan di Bangkok dan tur kota, termasuk kunjungan ke Pasar Akhir Pekan Chatuchak. Keesokan harinya, para peserta memiliki waktu bebas untuk wisata opsional.
Puncak acara berlangsung pada 28 Juli 2026 di Ayutthaya Floating Market. Indonesia akan tampil dalam sesi Traditional Dance Performance bersama delegasi Sri Lanka, Thailand, dan India. Setiap penampilan berdurasi 7-10 menit dengan iringan musik playback.
Pada 29 Juli 2026, para penari akan berpartisipasi dalam Festival Prosesi Lilin Air di Lat Chado District, Ayutthaya. Upacara ini melambangkan pengabdian dan perbuatan baik, di mana lilin dipersembahkan ke kuil Buddha selama masa Puasa Buddha.
Delegasi kemudian bergeser ke Pattaya pada hari yang sama, menempuh perjalanan sekitar 300 kilometer. Di Pattaya, pada 30 Juli 2026, mereka akan mengikuti parade dan pertunjukan tari di Central Marina Pattaya Shopping Mall.
Duta Budaya untuk Memperkuat Persahabatan Bangsa
Subrata menekankan bahwa keikutsertaan ini bukan sekadar ajang unjuk kebolehan menari. Lebih dari itu, para penari diharapkan menjadi duta budaya yang memperkenalkan kekayaan Indonesia, khususnya Sulawesi Tengah dan Kabupaten Banggai, ke dunia internasional.
"Delegasi Indonesia diharapkan dapat memperkuat hubungan persahabatan antarbangsa, sekaligus menjadi duta budaya yang mempromosikan nilai-nilai keberagaman, toleransi, dan perdamaian," jelas Subrata.
Ia menambahkan, partisipasi ini juga sejalan dengan misi Gubernur Sulawesi Tengah dalam memajukan sektor budaya dan kepariwisataan melalui program Berani Harmoni.
Festival yang mengusung tema 'Light of Faith, Culture of the World' ini menekankan pentingnya budaya sebagai sarana mempererat persaudaraan antarbangsa. Melalui ajang ini, KSR berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk terus mencintai dan mengembangkan warisan budaya bangsa.