SULAWESI TENGAH — PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) akhirnya buka suara soal keputusan strategis yang selama ini jadi pertanyaan: kenapa Xforce Hybrid yang dibawa duluan, bukan Xpander Hybrid. Padahal, Xpander Hybrid sudah lebih dulu meluncur di Thailand.
Presiden Direktur MMKSI, Atsushi Kurita, mengungkapkan langsung alasan di balik pilihan ini. Menurutnya, Xforce dinilai punya prospek paling menjanjikan di pasar Indonesia saat ini.
"Setelah dua tahun meluncurkan Xforce pada 2023, Mitsubishi serius mendengarkan saran-saran dari pasar dan ekspektasi pelanggan. Kemudian, kita memutuskan membuat perubahan cukup besar di model ini," kata Kurita di sela-sela peluncuran New Xforce di Jakarta, Selasa (16/7).
Bukan Sekadar Tambah Baterai, Ini Perubahan Besar pada New Xforce
Kurita menegaskan bahwa menghadirkan teknologi Hybrid Electric Vehicle (HEV) bukan satu-satunya ubahan. Mitsubishi juga menambah fitur yang sebelumnya menjadi permintaan utama konsumen.
"Perubahan besar itu seperti meng-install panoramic roof, kemudian meng-upgrade atau me-reinforce kenyamanan serta kesenyapan dari kabin Xforce yang baru," ujar Kurita.
Artinya, New Xforce Hybrid ini bukan sekadar versi elektrifikasi dari model lama. Mitsubishi melakukan facelift signifikan yang mencakup kenyamanan berkendara dan fitur kabin.
Prospek Xforce Dinilai Lebih Cerah dari Xpander
Kurita menjelaskan bahwa evaluasi pasar selama dua tahun terakhir menjadi dasar keputusan ini. SUV kompak disebut memiliki potensi pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan segmen MPV yang sudah jenuh.
"Dan karena memang ini produk yang sangat menjanjikan untuk pasar Indonesia, jadi (untuk hybrid) kita mulai dari Xforce terlebih dahulu (daripada Xpander)," ungkap Kurita.
Pernyataan ini sekaligus menjawab spekulasi soal kapan Xpander Hybrid menyusul. Untuk saat ini, belum ada kepastian waktu dari MMKSI.
Target Penjualan Naik Dua Kali Lipat, 1.000 Unit per Bulan
Director of Sales & Marketing Division MMKSI, Irwan Kuncoro, membeberkan angka penjualan Xforce sebelum varian hybrid meluncur. Performanya masih di bawah ekspektasi.
"Sebetulnya sekarang itu penjualan Xforce sebelum ada varian Hybrid itu ya sedikit di bawah 500 unit," ujar Irwan dalam kesempatan yang sama.
Dengan hadirnya Xforce Hybrid, MMKSI optimistis angka itu bisa naik drastis. Targetnya, total penjualan Xforce (ICE + Hybrid) mencapai 1.000 unit per bulan. "Nah dengan hadirnya Xforce yang hybrid ini diharapkan bisa menambah lah ya jadi total 1.000 unit per bulan," katanya.
Tak cuma itu, Mitsubishi juga membidik akumulasi 1.000 surat pemesanan kendaraan (SPK) selama periode peluncuran hingga ajang pameran GIIAS 2026. Angka ini menunjukkan keyakinan tinggi MMKSI terhadap daya tarik Xforce Hybrid di mata konsumen Indonesia.