TOJO UNA-UNA — Ruas jalan yang menghubungkan wilayah produksi pangan di Kabupaten Tojo Una-Una kini tengah diperbaiki. BPJN Sulawesi Tengah menugaskan paket preservasi Jalan Bugi–Kalemba (MYC) kepada PPK 3.1 Provinsi Sulawesi Tengah untuk memperlancar mobilitas warga dan arus komoditas pertanian menuju pasar.
7,3 Kilometer Jalan Produksi Ditangani
Panjang ruas yang dikerjakan mencapai 7,3 kilometer. Pekerjaan ini berada di bawah Satuan Kerja PJN Wilayah III Sulawesi Tengah dengan pengawasan konsultan supervisi PT Bintang Inti Rekatama (KSO). Kontrak proyek telah ditandatangani pada 17 Desember 2025 dengan pelaksana PT Karya Anuntolufu.
Kedaulatan Pangan Jadi Sasaran Tambahan
Frangky Eka Paendong, PPK 3.1 Provinsi Sulawesi Tengah, dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Sabtu (20/6/2026), menyatakan bahwa program IJD tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas infrastruktur. "BPJN Sulawesi Tengah juga menjadikan program tersebut sebagai bagian dari upaya mendukung kedaulatan pangan melalui perbaikan akses distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat," tulisnya.
Perbaikan akses jalan diharapkan mempercepat pengiriman komoditas dari sentra produksi di Tojo Una-Una ke pasar-pasar regional. Selama ini, kondisi jalan yang kurang memadai kerap menghambat mobilitas petani dan menaikkan biaya logistik.
Langkah Konkret Pemerintah Pusat di Daerah
Program Inpres Jalan Daerah merupakan salah satu instrumen pemerintah pusat untuk memperbaiki konektivitas antarwilayah produksi dan pemasaran. Di Sulawesi Tengah, paket preservasi ini menjadi bagian dari komitmen memperkuat rantai pasok pangan dari daerah-daerah sentra seperti Tojo Una-Una.
Dengan rampungnya preservasi jalan Bugi–Kalemba, distribusi hasil bumi warga—mulai dari kelapa, kakao, hingga palawija—diharapkan semakin lancar. Proyek ini juga menjadi indikator bahwa pembangunan infrastruktur tak bisa dilepaskan dari kebutuhan pangan masyarakat lokal.