SIGI — Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mencatat 787 rumah rusak akibat gempa bumi magnitudo 6,7 yang berpusat di darat, 42 kilometer tenggara Kota Palu. Kerusakan terdampak di lima kecamatan, yaitu Sigi Kota, Palolo, Nokilalaki, Tanambulava, dan Lindu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi Henri Kusuma menyebutkan, dari total rumah yang rusak, sebanyak 707 unit mengalami rusak ringan, 68 unit rusak sedang, dan 12 unit rusak berat. "Data sementara hingga malam ini terdapat 17 desa yang tersebar di lima Kecamatan yang terdampak parah," kata Henri di Sigi, Rabu (17/6/2026).
Korban Jiwa dan Luka-Luka
Gempa ini mengakibatkan satu warga meninggal dunia. Selain itu, 42 orang mengalami luka ringan dan 13 warga luka berat. Henri memastikan seluruh korban sudah ditangani oleh tim kesehatan dari puskesmas dan RSUD Torabelo.
Total warga terdampak di Kabupaten Sigi mencapai 912 kepala keluarga, atau setara dengan 1.412 jiwa. BPBD bersama pemerintah desa dan camat kini tengah menyelesaikan pendataan kerusakan rumah secara detail dalam waktu 1x24 jam.
Bupati Sigi Perintahkan Pemulangan Cepat
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae memastikan penanganan bagi warga terdampak di Desa Kamarora A dan Kamarora B, Kecamatan Nokilalaki, berjalan tepat sasaran. Ia telah mengumpulkan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) teknis untuk mempercepat langkah pemulihan di lokasi bencana.
"Saya sudah kumpulkan kepala OPD teknis terkait guna mempercepat langkah-langkah pemulihan di wilayah terdampak bencana gempa bumi," ucap Rizal.
Bantuan Darurat Mulai Disalurkan
Pemkab Sigi telah mendistribusikan bantuan ke lokasi terdampak. Makanan, air bersih, dan tenda darurat mulai didirikan di Kecamatan Nokilalaki dan Palolo untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang rumahnya rusak.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tektonik ini terjadi pada pukul 10.27 WIB atau 11.27 Wita. Episentrum gempa terletak di darat pada koordinat 1,13 derajat Lintang Selatan dan 120,23 derajat Bujur Timur. Hingga saat ini, BPBD masih melakukan asesmen lanjutan untuk mengantisipasi potensi gempa susulan.