Pencarian

Lamborghini Menyindir Langkah Listrik Ferrari, Pilih Hybrid sebagai Jalan Tengah Paling Realistis

Senin, 15 Juni 2026 • 11:06:02 WIB
Lamborghini Menyindir Langkah Listrik Ferrari, Pilih Hybrid sebagai Jalan Tengah Paling Realistis
Lamborghini memilih teknologi hybrid sebagai solusi transisi energi pada mobil supercar.

SULAWESI TENGAH — Peluncuran Ferrari Luce, mobil listrik murni pertama pabrikan Maranello, tidak berjalan mulus. Alih-alih disambut gegap gempita, model ini justru memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar dan investor. Reaksi pasar langsung terasa: saham Ferrari ambles sekitar 8 persen di bursa Milan dan lebih dari 5 persen di New York tak lama setelah pengumuman resmi.

Desain Jony Ive Dinilai Terlalu Jauh dari DNA Ferrari

Salah satu sumber utama kritik adalah pendekatan desain Luce yang terlalu minimalis. Mobil ini digarap mantan Chief Design Officer Apple, Jony Ive, yang membawa filosofi fungsional dan elegan khas produk teknologi. Namun, bagi basis penggemar setia, langkah ini mengikis identitas merek yang dibangun di atas estetika agresif dan raungan mesin pembakaran internal yang ikonik selama puluhan tahun.

Para analis menilai transisi ke tenaga listrik di segmen supercar memiliki tantangan unik. Daya tarik mobil sport tidak hanya soal performa, tetapi juga sensasi berkendara dan karakter emosional yang sulit direplikasi motor listrik.

Lamborghini: Permintaan Mobil Listrik Murni Belum Signifikan

Di sisi lain, rival abadi Ferrari mengambil sikap berseberangan. Stephan Winkelmann, CEO Lamborghini, menyatakan keputusan perusahaannya membatalkan atau menunda proyek mobil listrik murni—termasuk versi produksi dari konsep Lanzador dan varian listrik SUV Urus—adalah langkah yang tepat.

"Keputusan kami untuk bertransformasi dari mesin pembakaran internal ke plug-in hybrid adalah langkah yang sangat krusial dan berhasil bagi kami," ujar Winkelmann, seperti dikutip dari laporan CNBC. Ia menambahkan bahwa tingkat penerimaan terhadap kendaraan listrik murni di kalangan basis pelanggan Lamborghini belum menunjukkan peningkatan signifikan.

Strategi Hybrid Dinilai Lebih Realistis untuk Pasar Supercar

Alih-alih terburu-buru ke elektrifikasi penuh, Lamborghini mempertahankan mesin pembakaran internal yang menjadi ciri khasnya, namun mengintegrasikan teknologi hybrid untuk menekan emisi. Winkelmann menekankan bahwa setiap merek memiliki lintasan strategi yang berbeda, dan inovasi tidak boleh dipaksakan jika belum sejalan dengan aspirasi konsumen.

Langkah ini mencerminkan tren yang lebih luas di industri otomotif global. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah produsen besar mulai mengurangi alokasi investasi pada kendaraan listrik murni karena pertumbuhan permintaan ternyata tidak secepat prediksi awal. Lamborghini memilih jalur yang lebih konservatif namun strategis: tetap memberikan sensasi berkendara khas supercar Italia, tapi dengan efisiensi yang lebih baik.

Meskipun enggan berkomentar langsung soal Ferrari, pernyataan Winkelmann yang muncul berdekatan dengan peluncuran Luce secara tidak langsung menyoroti kompleksitas transisi elektrifikasi di segmen mobil sport. Di satu sisi, Ferrari membuka babak baru dengan mobil listrik murni yang kontroversial. Di sisi lain, Lamborghini justru mengukuhkan hybrid sebagai jalan tengah paling realistis saat ini.

Bagikan
Sumber: tandaseru.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks