SULAWESI TENGAH — Kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.30 WIB saat truk bernomor polisi L 8765 XZ melaju dari arah pegunungan Wonosalam menuju Mojokerto. Kondisi jalan menurun diduga membuat sistem pengereman truk tidak berfungsi. Kendaraan kemudian oleng ke kanan, menyerempet warung milik Siti Sofia, sebelum akhirnya menghantam tembok pagar rumah kosong milik Bu Sovia dan berhenti setelah merobohkan sebagian bangunan.
Korban Terjepit dan Proses Evakuasi Dramatis
Ketiga korban dievakuasi dalam kondisi kritis. Sumanding (48), sopir truk asal Gresik, mengalami patah tangan dan kaki akibat terjepit setir. Kernetnya, Suparno, juga warga Gresik, menderita patah tulang akibat benturan keras di kabin. Sementara Susanto (58), warga Jombang, mengalami luka-luka setelah terserempet badan truk saat baru keluar dari warung.
"Truknya melaju sangat kencang dari arah atas. Sebelum menabrak rumah kosong, truk itu sempat menyerempet warung saya dan menghantam tembok pagar rumah warga," kata Siti Sofia, pemilik warung yang selamat dari terjangan.
Warga sekitar langsung bergotong-royong mengevakuasi korban sebelum tim medis tiba. "Ada dua orang di dalam truk yang terjepit kabin. Warga langsung gotong-royong mengeluarkan mereka sebelum petugas medis datang," ujar Jumadi, saksi mata di lokasi. Tim Kesehatan dari Rumah Sakit Adiyaksa Jatirejo tiba beberapa menit kemudian dan melarikan ketiganya ke rumah sakit.
Dua Motor Ringsek, Polisi Olah TKP
Akibat benturan keras, material atap dan tembok rumah yang roboh menimpa dua sepeda motor yang terparkir di sekitar lokasi. Keduanya ringsek parah. Kerugian material masih dalam pendataan petugas.
Aparat Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Mojokerto yang tiba di lokasi langsung menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi mata. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. Namun dugaan sementara mengarah pada kegagalan fungsi rem truk yang membawa muatan kayu seberat enam ton di jalur menurun.
Jalan Raya Lebak Jabung merupakan jalur penghubung utama antara Wonosalam, Jombang, dan Mojokerto yang kerap dilalui kendaraan berat bermuatan kayu dari kawasan pegunungan. Kecelakaan akibat rem blong di jalur ini sudah beberapa kali terjadi dalam dua tahun terakhir.