SULAWESI TENGAH — Laga uji coba Timnas Indonesia versus Oman memang tidak menyedot kapasitas penuh GBK. PSSI hanya menjual 35 ribu tiket dari total 71 ribu tempat duduk, dengan tribune atas ditutup. Namun, satu jam sebelum kick-off, nuansa merah mulai menyemut di area stadion. Kemeriahan tetap terasa dari para pendukung setia yang datang, termasuk dari kalangan perempuan.
Daya Tarik Pemain Diaspora dan Lokal
Bagi Nayla dan Husna, alasan datang ke stadion bukan semata soal hasil pertandingan. Keduanya mengaku pesona para pemain, terutama yang berlaga di luar negeri, menjadi daya tarik tersendiri. "Pesona pemain Timnas itu juga jadi salah satu, ketertarikan buat lihat langsung. Apalagi saat banyak pemain diaspora," ujar Nayla kepada CNN Indonesia.
Husna menimpali, ketertarikannya pada pemain bertahan Justin Hubner bermula dari media sosial kekasih sang pemain. "Aku Ole juga. Satu lagi, Justin Hubner karena aku lumayan sering mengikuti kekasihnya, Jennifer Copen di media sosial," katanya.
Ole Romeny dan Marselino Jadi Favorit Kaum Hawa
Nama Ole Romeny disebut-sebut sebagai pemain yang paling dinanti aksinya oleh Nayla dan Husna. Perawakan striker Oxford United itu dinilai spesial di mata suporter perempuan. Selain Ole, Rizky Ridho juga menjadi favorit. Sementara Marselino Ferdinan, yang dipastikan absen pada laga ini, tetap diharapkan bisa tampil maksimal di kesempatan lain.
"Aku [suka] Ole Romeny dan Rizky Ridho yang jadi pemain favorit. Marselino [Ferdinan] juga. Semoga dia main dan cetak gol deh," kata Nayla sambil tersenyum.
Fenomena Suporter Perempuan di Sepak Bola Indonesia
Husna mengaku bukan pendatang baru di stadion. Ia sudah beberapa kali menyaksikan langsung laga Timnas Indonesia, khususnya saat FIFA Matchday. Meski hasil pertandingan kerap mengecewakan, dukungan dari kalangan perempuan tak pernah surut. "Kalau aku sejujurnya baru pertama kali, tapi sudah sering juga nonton dari televisi. Jadi saat diajak dia [Nayla] aku senang saja, seru-seruan datang langsung ke stadion," ucap Husna.
Fenomena ini menunjukkan bahwa sepak bola Indonesia tidak hanya soal skor akhir. Daya tarik visual pemain, atmosfer stadion, dan rasa kebersamaan menjadi alasan kuat para suporter perempuan tetap setia hadir, bahkan saat tim sedang tidak dalam performa terbaiknya.