PALU — Pemerintah Kota Palu melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) telah menyelesaikan proses seleksi dan pembinaan intensif bagi para kafilah yang akan berlaga di MTQ Sulteng 2026. Sebanyak 112 peserta dari berbagai cabang lomba telah dipersiapkan secara matang untuk menghadapi kompetisi antar kabupaten/kota se-Sulteng di Kabupaten Sigi.
Target Juara Umum Usai Gelar Sempat Lepas
Posisi juara umum MTQ Sulteng menjadi target utama yang dicanangkan Pemkot Palu. Pada penyelenggaraan sebelumnya, posisi tersebut berhasil direbut oleh kontingen dari daerah lain, sehingga tahun ini menjadi momentum kebangkitan.
“Kami optimistis kafilah Kota Palu mampu bersaing dan membawa pulang gelar juara umum,” ujar Kepala LPTQ Kota Palu dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Selasa (17/12/2024). Pihaknya telah melakukan pemusatan latihan sejak tiga bulan terakhir untuk mematangkan kemampuan para peserta.
112 Kafilah Berlaga di 12 Cabang Lomba
Kontingen Kota Palu akan menurunkan kafilah di 12 cabang lomba yang dipertandingkan, mulai dari tilawah, tahfidz, tafsir Alquran, hingga kaligrafi. Setiap cabang diisi oleh peserta yang telah lolos seleksi ketat di tingkat kota.
Proses pembinaan dilakukan oleh pelatih berpengalaman yang berasal dari internal LPTQ maupun tokoh agama setempat. Pembinaan tidak hanya fokus pada aspek teknis bacaan, tetapi juga mental dan wawasan keislaman peserta.
Fakta Singkat Kafilah MTQ Kota Palu 2026
- Total kafilah: 112 orang, terdiri dari peserta, pelatih, dan official
- Cabang lomba: 12 cabang, termasuk tilawah, tahfidz 5 juz hingga 30 juz, dan tafsir Alquran
- Lokasi MTQ: Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah
- Target utama: Juara umum MTQ Sulteng 2026
Persiapan Matang Sejak Awal Tahun
Pemkot Palu melalui LPTQ telah menggelar seleksi terbuka bagi warga Kota Palu yang memiliki bakat di bidang seni baca Alquran. Seleksi dilakukan secara bertahap di tingkat kecamatan sebelum akhirnya dipilih peserta terbaik untuk mewakili kota.
“Kami juga menjalin kerja sama dengan pesantren dan majelis taklim untuk menjaring bibit unggul,” tambah Kepala LPTQ. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada potensi besar yang terlewatkan dalam proses seleksi.
Dukungan Penuh Pemkot Palu
Pemerintah Kota Palu mengalokasikan anggaran khusus untuk pembinaan dan pemberangkatan kafilah MTQ. Dukungan ini diharapkan mampu memotivasi peserta untuk memberikan performa terbaik di ajang provinsi.
Selain dukungan finansial, Pemkot juga menyediakan fasilitas latihan yang memadai, termasuk tempat menginap dan konsumsi selama masa karantina. Seluruh kafilah telah menjalani karantina intensif selama dua pekan menjelang pemberangkatan ke Sigi.