Bupati Donggala Vera Elena Laruni menyatakan bahwa bantuan ini bukan sekadar program rutin, melainkan fondasi pembangunan ekonomi yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani. "Ketahanan pangan tidak hanya menjadi isu sektoral, tetapi fondasi utama pembangunan daerah," ujarnya di Labuan, Selasa.
Bantuan Ini untuk Siapa Saja? Ini Rincian Per Kecamatan
Distribusi benih jagung difokuskan pada wilayah dengan potensi lahan tanam yang signifikan. Kecamatan Labuan menjadi penerima terbanyak dengan alokasi 13.950 kilogram, disusul Sindue Tombusabora sebanyak 8.100 kilogram.
- Tanantovea: 4.575 kg
- Labuan: 13.950 kg
- Sindue Tombusabora: 8.100 kg
- Banawa Tengah: 5.400 kg
- Banawa Selatan: 5.400 kg
- Sindue Tobata: 5.325 kg
- Dampelas: 2.250 kg
Total keseluruhan mencapai 45 ribu kilogram yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2026 melalui Kementerian Pertanian.
Varietas BISI 18: Pilihan Strategis Donggala
Pemkab Donggala memilih varietas BISI 18 karena dinilai adaptif terhadap kondisi lahan di Sulawesi Tengah dan memiliki potensi hasil yang tinggi. Bupati Vera menegaskan bahwa bantuan ini harus berdampak nyata pada peningkatan luas tanam dan produktivitas jagung pada musim tanam berjalan.
"Saya imbau kepada seluruh pihak agar memastikan bantuan ini dimanfaatkan secara optimal dan memberikan hasil nyata bagi masyarakat," kata Vera.
Mengapa Jagung Jadi Prioritas?
Komoditas jagung di Donggala tidak hanya penting untuk konsumsi pangan, tetapi juga sebagai bahan baku pakan ternak yang menopang sektor peternakan lokal. Dengan adanya bantuan benih unggul ini, pemerintah daerah berharap terjadi peningkatan pendapatan petani secara signifikan.
Vera menambahkan, langkah ini merupakan momentum bagi petani untuk memperkuat ekonomi berbasis sektor pangan. Ke depan, Pemkab Donggala akan terus memantau distribusi dan memastikan benih sampai tepat sasaran.