SULAWESI TENGAH — Kepastian absennya Indonesia di cabang sepak bola Asian Games 2026 disampaikan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir. Ia menegaskan keputusan ini sepenuhnya mengikuti aturan teknis yang ditetapkan panitia penyelenggara bersama AFC dan OCA.
“Tidak (sepak bola Indonesia tidak bertanding di Asian Games 2026). Kan dari aturan Asian Games dan AFC sudah ada keputusan seperti itu,” ujar Erick Thohir, dikutip dari Antara.
Asian Games 2026 hanya akan mempertandingkan cabang sepak bola putra dengan 16 tim peserta. Kuota tersebut ditentukan berdasarkan hasil kualifikasi Piala Asia U-23 2026, sesuai keputusan AINAGOC yang telah mendapatkan persetujuan OCA dan AFC.
Sayangnya, Timnas Indonesia U-23 gagal melaju ke putaran final Piala Asia U-23 2026 setelah terhenti di fase kualifikasi. Kegagalan ini otomatis menutup akses Garuda Muda untuk berlaga di pesta olahraga se-Asia tersebut.
Kebijakan sistem kualifikasi baru ini sebelumnya menuai protes dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Mereka menilai aturan tersebut tidak seperti edisi-edisi sebelumnya dan dinilai merugikan sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Meskipun ada keberatan, pihak penyelenggara tetap mempertahankan keputusan tersebut. Erick Thohir kembali menegaskan bahwa Indonesia harus mematuhi regulasi yang sudah ditetapkan.
“(Jadi Timnas Indonesia tidak ikut Asian Games 2026) karena aturan,” katanya menegaskan.
Absennya Indonesia di Asian Games 2026 memutus tradisi partisipasi yang cukup rutin. Timnas U-23 tercatat sudah 11 kali tampil di ajang ini sepanjang sejarah.
Capaian terbaik Indonesia di cabang sepak bola Asian Games adalah medali perunggu yang diraih pada edisi 1958. Kini, Garuda Muda harus menunggu edisi berikutnya untuk kembali berkompetisi di level tertinggi sepak bola Asia.