Timnas Iran Jalani Pemusatan Latihan Piala Dunia di Tijuana dengan Pengawalan Bersenjata dan Bayang-bayang Politik

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 06:41:01 WIB
Timnas Iran menjalani pemusatan latihan ketat di Estadio Caliente, Tijuana, dengan pengawalan bersenjata.

SULAWESI TENGAH — Pemandangan tak biasa mewarnai pinggiran Estadio Caliente, Tijuana, hari ini. Truk patroli terbuka dengan pria bertopeng dan senapan mesin berkeliling setiap beberapa jam, mengamankan blok kota yang menjadi markas darurat Timnas Iran. Fasilitas dengan satu lapangan rumput alami ini—yang biasanya dijauhi klub-klub Meksiko karena jarak dan permukaan rumput sintetisnya yang keras—kini menjadi rumah sementara bagi salah satu tim terkuat Asia.

Pindah Markas Mendadak Usai Serangan ke Iran

Rencana awal tim adalah berkemah di Kino Sports Complex, Tucson, Arizona, yang memiliki fasilitas kelas profesional dengan banyak lapangan. Semua berubah drastis dalam beberapa pekan setelah serangan AS dan Israel ke Iran yang menewaskan kepala negara dan sejumlah pemimpin top. Staf Club Tijuana baru mendapat kabar dua minggu lalu melalui panggilan telepon dari FIFA, dan sejak itu bekerja 18 jam sehari untuk menyiapkan lapangan latihan.

Akibat situasi politik, 15 anggota staf pendukung—termasuk seluruh departemen media—tidak mendapat visa untuk mendampingi tim ke Los Angeles untuk konferensi pers wajib FIFA pada Minggu. Seorang pejabat federasi berspekulasi, manajer perlengkapan mungkin harus mengurus konferensi pers dan akses pemain setelah laga pembuka melawan Selandia Baru.

Pengamanan Super Ketat, Pemain Bungkam

Akses ke fasilitas latihan sangat ketat. Kredensial diperiksa, diperiksa ulang, lalu diperiksa lagi. Tidak ada informasi tentang jadwal latihan, lokasi syuting, atau siapa yang akan berbicara. Para pemain memilih bungkam karena berada dalam situasi pelik: rezim di rumah akan menyerang jika ada ucapan yang dianggap salah, sementara diaspora Iran mengkritik mereka karena mewakili rezim yang menindas.

Sambutan Hangat Warga Meksiko

Di tengah tekanan, satu kelompok justru menyambut Iran dengan tangan terbuka: warga Meksiko. Staf Club Tijuana memasang spanduk besar bertuliskan "Iranian cheetahs, welcome to Tijuana" dalam bahasa Persia. Penggemar Meksiko berkumpul di luar hotel tim, meneriakkan dukungan dan meminta tanda tangan. "Saya malu dengan apa yang dilakukan Amerika Serikat," kata seorang penggemar kepada AFP. "Mereka memperlakukan semua orang seperti teroris," timpal penggemar lain.

Uji Coba Terbatas, Latihan Lawan Tim U-21

Hari ini tim menjalani sesi pemulihan ringan setelah kemenangan 3-0 melawan tim U-21 Club Tijuana. Pertandingan uji coba menjadi barang langka karena Iran dianggap "radioaktif" di pentas internasional. Rencana laga persahabatan melawan Grenada batal mendadak, memaksa mereka hanya bisa berhadapan dengan tim junior tuan rumah. Seperti tahun 2022 di Qatar, ketika protes atas kematian Mahsa Amini mewarnai turnamen, tekanan politik kembali membayangi langkah tim asuhan Amir Ghalenoei di Piala Dunia kali ini.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top